Selasa, Juli 21, 2009

Zahir Accounting, Peranti Lokal Berkualitas Internasional

Dari sekadar iseng, peranti lunak akuntansi yang dirancang Fadil Fuad Basymeleh direspon positif oleh para penggunanya. Zahir, demikian nama peranti itu, laris manis di pasaran. Kini, omzetnya melampaui Rp 6 miliar per tahun dan menjadi market leader di kelasnya.


Tak banyak orang yang mampu bangkit setelah badai krisis menerjang usahanya. Namun, Fadil Fuad Basymeleh patut dikecualikan. Ditempa dengan berbagai pengalaman sulit sejak membangun usaha dari nol, krisis ekonomi 1997 tak membuatnya jatuh tersungkur. Bahkan, ia bangkit kembali dan menjelma menjadi seorang entrepreneur sejati. Usahanya di bidang perangkat lunak (software) akuntansi justru berkembang ketika banyak pengusaha panik menghadapi krisis global saat ini.

Pria kelahiran Surabaya, 6 November 1971, ini awalnya terjun di bisnis setting, layout, dan advertising. Tapi, krisis ekonomi yang menghempaskan bisnisnya memberikan inspirasi baru baginya. Waktu itu, untuk bisa mendapat kucuran kredit dari perbankan, bank atau kreditor biasanya mensyaratkan adanya laporan keuangan yang tersusun rapi. Dari situlah, gagasan besarnya muncul. Ia kemudian iseng membuat software akuntansi yang bisa membantunya mengambil keputusan bisnis dalam waktu cepat.


Naluri bisnis Fadil, panggilan kecilnya, mengatakan, software inilah yang kelak akan melambungkan bisnisnya. Agar lebih fokus, ia pun meninggalkan usaha lamanya di bidang percetakan dan periklanan, dan memilih serius menekuni bidang pengadaan teknologi software akuntansi. ”Saya mau fokus pada bisnis software sekaligus untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa saya serius mengembangkan bisnis IT ini,” ujarnya.

Guna memperkaya produk kreasinya, berbagai macam buku akuntansi dan pembukuan keuangan modern ia lahap. Sebagai seorang pebisnis, ia paham betul soal pembukuan keuangan, serta apa yang menjadi kebutuhan perusahaan. Proses pembelajaran secara otodidak serta uji coba pun terus dilakukannya sendirian. Hingga akhirnya ia menemukan formula sebuah peranti yang tepat dan siap pakai.


Fadil pun mengawali bisnis berjualan software dari Bandung, Jawa Barat. Berbeda dengan software akuntansi kebanyakan, kreasi Insinyur Teknik Fisika dari Institut Teknologi Bandung ini, memiliki nilai lebih. Jika software yang sebelumnya beredar lebih banyak membantu tugas-tugas seorang pembukuan, maka peranti milik Fadil juga membantu memberikan kemudahan kepada para pengusaha untuk mengambil keputusan cepat dan tepat. Merek dagang Zahir Accounting pun ia pilih merujuk pada Ahmad Zahir, seorang ahli akuntansi dari Pakistan yang hidup di abad ke-16 dan merupakan penemu sistem double-entry debet kredit dalam sistem akuntansi.


Tidak sekadar nama, peranti lunak ini ini mampu mencuri perhatian para konsumen. Maka pada 2000, kantor Zahir pindah dari Bandung ke Jakarta, seiring meningkatnya bisnis penjualan software akuntansi ini. Untuk lebih mendukung aktivitas bisnisnya, Fadil mendirikan PT. Zahir International pada 2002.


Zahir pun berinovasi dengan merancang produk-produk baru yang lebih canggih. Berbagai macam terobosan dengan menyediakan sistem penjualan software yang berbeda terus dilakukan, seiring dengan layanan yang juga ditingkatkan dari waktu ke waktu. Inovasi dan pantang menyerah tampaknya telah menjadi kunci keberhasilan Fadil dalam mengembangkan bisnis bidang Teknologi Informasi. Inovasi ini dibuktikan dengan membuat sejumlah perangkat lunak yang memudahkan pebisnis mengambil keputusan.

Salah satu paket software yang ditawarkan bernama Zahir Merdeka. “Zahir Merdeka adalah inovasi baru software akuntansi yang dapat digunakan dengan sistem voucher prabayar (sewa). Cukup aktifkan periode transaksi yang diperlukan, software ini siap membantu Anda membuatkan laporan keuangan dalam sekejap,” kata Direktur PT Zahir International, Muhamad Ismail Thalib.


”Untuk menjawab tantangan atas krisis global yang terjadi, pengusaha dituntut membuat terobosan. Saya melakukannya dengan mengeluarkan produk Zahir Merdeka. Saya tidak menurunkan harganya, tapi membuat caranya lebih terjangkau,” kata Fadil. Software akuntansi yang dijual dengan sistem sewa dengan konsep voucher isi ulang itu merupakan terobosan pasar yang inovatif dan unik. Sekaligus sebagai siasat untuk mengatasi masalah turunnya daya beli masyarakat akibat krisis global.


Lebih dari itu, lanjut Fadil, produk ini menjadi jawaban sekaligus langkah jitu merebut pasar usaha kecil menengah (UKM) yang lebih besar. Dengan Zahir Merdeka, ia mengarahkan lebih banyak pelaku UKM memiliki pembukuan yang rapi dan tertib, sehingga bisa mengakses kredit perbankan.

Kini, Fadil sukses membawa PT Zahir Internasional menjadi perusahaan software lokal yang disegani pasar. Berbagai penghargaan bergengsi pun ditorehkan, seperti APICTA Award 2002, 2003 dan 2004. Guna melebarkan sayap, sistem keagenan di berbagai kota besar pun telah dirintis, mulai dari Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Walhasil, produk-produk Zahir Accounting telah dipakai lebih dari 8.000 perusahaan. Omzet perusahaan pun meningkat drastis, dengan kisaran Rp 6-10 miliar per tahun.


Kendati mampu meraih sukses, Fadil tak mau berpuas diri. Ia berobsesi mengantarkan perusahaannya menjadi raja di negeri sendiri. ”Mimpi saya nggak muluk-muluk, hanya ingin melihat produk Zahir memasyarakat di Indonesia. Saya ingin UKM yang jumlahnya puluhan juta unit usaha itu memakai software akuntansi merek Zahir. Saya ingin melihat UKM maju karena memiliki pembukuan yang baik dan cepat dalam mengambil keputusan,” kata Fadil, dengan penuh optimistis.


Boks

Produk-produk Zahir Accounting

1. Zahir Small Business Ver. 5.1

2. Zahir FlexyMoney Ver. 5.1

3. Zahir FlexyTrade Ver. 5.1

4. Zahir Personal Ver. 5.1

5. Zahir Standard Ver. 5.1

6. Zahir Enterprise Ver. 5.1

7. Zahir Merdeka

8. Zahir POS Versi 5.1

9. Zahir Report Server Versi 5.1

10. Zahir Small Business Accounting Versi 5.1

11. Zahir Accounting Personal Versi 5.1

12. Zahir Accounting Standard Versi 5.1


***


Dambaan Usaha Kecil dan Menengah

Memang susah membangun kepercayaan masyarakat di tengah pola konsumsi yang cenderung mencintai produk luar daripada negeri sendiri. Begitu juga kesulitan yang dihadapi Fadil dengan produk software-nya. Fadil merasakan betapa beratnya membangun kepercayaan masyarakat terhadap produk software yang dihasilkannya. Meskipun software akuntansi buatannya tak kalah berkualitas, stigma buruk mengenai software buatan lokal membuat konsumen susah diyakinkan.


Untuk mendobrak stigma buruk ini, Fadil lebih mengedepankan bukti dan manfaat daripada janji-janji muluk. ”Untuk meraih kepercayaan pasar, kami memberikan jaminan uang kembali bila software-nya bermasalah, layanan 24 jam, dan jaminan seumur hidup. Untuk itu, kami sangat mengutamakan kualitas pelayanan karena untuk mendapatkannya nggak gampang,” ujar Fadil semangat.


Usaha di bidang software akuntansi ini, menurut Direktur PT Zahir International, Muhamad Ismail Thalib, bukan berarti tidak ada kompetisi. Selain Zahir, saat ini, sudah ada sekitar lima perusahaan software lokal yang juga menyasar pangsa pasar UKM. Sementara, persaingan di luar segmen ini lebih ketat lagi. Ada sekitar ratusan perusahaan software lokal dan luar negeri bersaing merebutkan pasar.


Namun, Zahir kami menghadapinya dengan penuh optimistis. Muhamad yakin, berbagai terobosan dan inovasi baru software akuntansi unggulan dan menjangkau daya beli masyarakat mampu memenangkan persaingan pangsa pasar global. Guna memenangkan persaingan, Zahir juga tak lupa dengan meningkatkan pelayanan secara optimal dan memberikan after sales support secara gratis. “Kami juga menawarkan paket-paket menarik dan inovatif. Misalnya, yang pakai software sistem sewa baru kami,” ujar Muhammad.


Sejak awal, Zahir sengaja membidik pasar UKM. “Dari sisi pasar, UKM merupakan konsumen potensial,” tutur Muhamad. Segmen UKM yang dibidik produk Zahir tampaknya memang tepat. Menurut hitungan Muhamad, di Jakarta saja paling tidak ada sekitar 700 ribu UKM yang bisa dijadikan calon konsumen produk Zahir. Bila dikalkulasi, dia memperkirakan potensi pasarnya bisa mencapai Rp 35 miliar. Terlebih lagi jika pengembangan softwarenya disesuaikan dengan selera lokal, maka produk tersebut bakal makin kompetitif.


Di samping potensi pasar, lanjutnya, mereka sangat membutuhkan software pengelolaan keuangan untuk memajukan bisnis mereka, termasuk berhubungan dengan bank. Selama ini, salah satu kendala utama UKM adalah tidak ada pembukuan yang baik. Software akuntansi keluaran Zahir ini ditujukan untuk membantu pengusaha UKM mengambil keputusan.


“Bukan sekadar bicara akuntansi atau pembukuan. Zahir Accounting akan
sangat membantu pengusaha mengambil keputusan bisnis ,” kata Muhamad.
Untuk itu, Zahir mengemas produknya dengan sistem paket yang menarik dan harga terjangkau. Hasilnya, para pengusaha UKM sudah mulai memercayai produk Zahir. Mereka juga sudah merasakan manfaatnya, terutama dalam berurusan dengan bank, sehingga tidak ragu memberikan referensi produk Zahir kepada pengusaha UKM lainnya.

Tidak ada komentar: