Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Senin, Desember 29, 2008

Extraordinary Traditional Cake

Setiap bangsa dan negara memiliki tradisi dan budaya yang kuat. Begitu pula dengan tradisi kuliner mereka, termasuk dalam pembuatan kue. Penganan kecil ini pun dianggap menjadi ciri khas dan mewakili karakteristik bangsa yang bersangkutan. Jepang, misalnya, hingga melestarikan Kue Mochi, kue tradisional yang hadir setiap perayaan tradisional mochitsuki atau tahun baru Jepang. Kue Mochi juga dianggap sebagai kue persembahan bagi dewa di altar untuk mengundang arwah leluhur.


Sementara China memiliki Kue Bulan atau Moon Cake, yang kaya sejarah dan budaya. Moon Cake yang biasa dikonsumsi masyarakat China dalam perayaan Festival Bulan guna merayakan pertengahan musim gugur di Tahun Lunar, tak lagi dianggap sebagai penangkal penyakit aneh, melainkan sebagai bagian dari ungkapan rasa syukur dan sajian makanan yang melimpah.


Negara Eropa seperti Wina pun melestarikan penganan tradisional mereka, Sacher Torte. Kue manis khas penduduk setempat ini dikenal sebagai kue paling lezat di dunia. Sacher Torte yang berarti ”Tart-nya si Sacher” adalah hasil temuan koki muda, Franz Sacher. Rasa manis coklat dan selai aprikot menambah aroma kue ini makin menggoda selera.


Sacher Torte bukan sekadar sebuah kisah maupun resep pembuatan kue cokelat. Namun, ia juga sebuah kisah perjuangan mempertahankan tradisi dan keberhasilan mengubah usia tua menjadi keunggulan dan kematangan. Setiap masa selalu muncul pihak-pihak yang mengaku sebagai pemilik resep Sacher Torte yang asli. Namun, keluarga Sacher tetap diakui sebagai generasi penerus kue ini hingga sekarang.

Masyarakat Rusia memiliki Kulich, kue tradisional yang berisikan buah almon dan kismis, lalu disajikan sebagaimana roti. Aroma minuman rum dan kunyit begitu terasa, dengan lumuran gula putih sebagai dekorasi. Di satu sisi, daya tarik sepotong kembang gula dengan pajangan huruf XB menggambarkan huruf Cyrillic yang berarti ”Kenaikan Yesus Kristus”. Sering kali kue ini menjadi hidangan di gereja dan ditata di atas meja panjang agar diberkati pendeta.

Lain halnya dengan masyarakat Amerika yang melestarikan Pound cake. Kue yang terbuat dari gandum, mentega, telor, dan gula ini begitu populer di Amerika Selatan dan biasanya menjadi camilan saat piknik. Terkadang kue ini diisi lebih banyak oleh mentega agar menghadirkan kekayaan rasa sebagaimana makanan di Amerika Selatan lainnya.


Kue-kue ini tidak hanya menjadi penganan sehari-hari, tapi juga selalu hadir dalam setiap perayaan maupun pesta adat. Rasa yang khas, bentuknya yang bervariasi, serta penyajiannya yang unik telah menjadi kebanggaan sekaligus identitas sebuah bangsa.

The Most Expensive and Luxury Cake

Kemewahan selalu hadir dalam beragam bentuk. Kali ini eksklusivitas itu berbentuk kue. Tidak hanya menawarkan cita rasa dan pengalaman baru dalam bersantap, hidangan pelengkap ini juga menyajikan eksotika dan kemewahan yang tiada tara. Paduan cita rasa yang berkelas, desain yang unik dan kreatif, serta aneka bahan pilihan yang segar akan membuat acara makan Anda makin penuh kesan.


Berbagai temuan dan inovasi resep baru dalam mengolah makanan memudahkan Anda untuk merasakan apa yang Anda inginkan. Jika Anda penikmat makanan sejati dan khususnya penggemar jenis makanan yang manis, mungkin Anda tidak akan memilih sekadar cheese cake, pie, dan pudding, tetapi Anda akan ingin mencicipi sesuatu yang eksotis dan mewah. Berikut ini merupakan beberapa hidangan penutup terunik dan termahal di dunia.


Frozen Haute Chocolate seharga 25 ribu dolar, dikenal sebagai salah satu kue mahal di dunia. Kue ini memadukan bubuk coklat pilihan yang diseduh dengan 5 gram emas sebuah gelang tangan emas bertahtakan berlian di atasnya. Ada pula Fortress Stilt Fisherman Indulgence, kue seharga 14.500 dolar yang berisi mangga, buah delima, 80 karat batu biru kehijauan, dan ukiran coklat sebagai dekorasi, Macaroons Haute Couture seharga 7.000 dolar per kilogram, atau White Truffle yang dijual seharga 3.000-5.000 dolar per kilo.


Ada pula Platinum Cake yang dirancang oleh seorang koki terkemuka dari Jepang bernama Nobue Ikara. Kue senilai 130 ribu dolar ini dirancang untuk memberikan penghargaan terhadap wanita terkenal asal Jepang, seperti Rinko Kikuchi dan Chie Kumazawa. Bekerja sama dengan ahli permata, Nobue menghiasi kue ini kalung dan kertas platinum yang dapat disantap.


Selain itu, Strawberries Arnaud yang senilai 1,4 juta dolar juga menyajikan keunikan sekaligus kemewahan. Tidak hanya berbahan irisan buah stroberi dan sitrus, serta red wine, es krim ini bertahtakan sebuah lingkaran diamond pink 4.7 karat milik ahli keuangan British, Sir Ernest Cassel. Inilah yang membuat kue ini begitu mewah dan eksklusif.


Diamond Fruit Cake, inilah kue yang termahal dan terindah di dunia hasil kreasi seorang koki dari Tokyo. Dengan bertaburkan sekitar 223 berlian kecil di permukaannya, kue seharga 1,65 juta dolar ini membutuhkan waktu 6 bulan untuk perencanaan dan 1 bulan untuk pengerjaannya.


Tidak hanya menawarkan cita rasa dan pengalaman baru dalam bersantap, hidangan pelengkap ini juga menyajikan eksotika dan kemewahan yang tiada tara. Paduan cita rasa yang berkelas, desain yang unik dan kreatif, serta aneka bahan pilihan yang segar akan membuat acara makan Anda makin penuh kesan.

Selasa, Agustus 12, 2008

Delicacy Wine Cooking

Sebagai minuman, Anda tentu sudah familiar dengan cita rasa red wine, white wine, maupun rose wine. Bagaimana jika minuman dari anggur ini dijadikan bagian dari resep, bumbu, maupun bahan campuran dalam sebuah menu makanan? Wine memang telah lama dijadikan salah satu bahan pembuatan makanan, pengganti cairan dalam makanan, maupun aroma pendukung hidangan. Campuran wine ini tidak hanya membuat makanan jadi spesial, tapi juga akan meningkatkan selera makan Anda.

Wine identik dengan cita rasa yang tinggi. Begitu juga dalam masakan yang menggunakan wine sebagai bahan tambahannya. Pada umumnya wine dipergunakan sebagai bahan tambahan, cairan masakan, serta pendukung aroma masakan. Selain itu, wine juga dapat memperkuat, meningkatkan, serta memberikan tekanan pada rasa dan aroma makanan.

Memasak dengan wine merupakan cara yang mudah agar hidangan Anda terasa spesial. Selain dapat dicampurkan pada masakan, wine juga bisa diolah bersama selai, sup, hingga makanan yang direbus lainnya. Keberadaan wine pilihan sebagai bagian dari resep, bumbu, maupun bahan campuran menu dapat meningkatkan kualitas rasa sebuah makanan.

Agar mendapatkan hasil maksimal, wine hendaknya tidak dituangkan menjelang makanan siap disajikan, tapi harus dimasak dan dipanaskan bersama makanan atau saus dalam waktu setidaknya 10 menit. Dengan demikian, wine dapat menyatu dan menjadi saripati hidangan. Aromanya pun dapat menggugah selera makan Anda.

Berapa botol wine yang dibutuhkan saat memasak? Tergantung dari intensitas rasa wine dan makanan yang dimasak. Jika Anda memasak sup atau kuah daging, kadar wine yang dibutuhkan sekitar dua sendok makan per mangkoknya. Ketika memasak daging, Anda membutuhkan seperempat mangkok wine untuk setiap setengah kilogram daging.

Namun, harap diingat bahwa tidak semua wine bisa dicampurkan pada berbagai jenis masakan. Untuk itu, pilihlah wine yang biasa Anda minum. Jangan sekali-kali memasak dengan wine yang rasanya tidak Anda sukai. Sebab, jika Anda tidak menyukai rasanya, Anda pun pasti tidak akan suka pada makanan yang dihasilkannya.

Wine yang mahal tidaklah penting, walaupun wine murahan tidak akan menghasilkan karakteristik terbaik bagi makanan Anda. Sebab, wine premium pun sama-sama dapat menyuguhkan cita rasa hidangan seperti halnya wine termahal jika wine tersebut berkualitas dan Anda menyukainya.

Ketika wine dipanaskan dalam suhu 172 derajat, kandungan alkohol di dalamnya dapat menguap. Yang tersisa selanjutnya adalah aroma maupun rasa yang begitu menggoda. Bahkan, Anda yang menghindari wine karena faktor keagamaan maupun alasan pribadi, tetap dapat memasak dengan wine. Karena itu, Anda tak perlu khawatir akan terlihat mabuk setelah menikmati makanan yang bercampur wine.

Wine Cake Temptation

Wine dan masakan kini bukan lagi sebuah ramuan yang asing. Di berbagai restoran kegemaran, Anda pun dapat menemukan aroma wine dan masakan yang berpadu menjadi hidangan yang lezat dan penuh sensasi. Selain dapat memberikan tekanan pada rasa dan aroma makanan, wine pun dapat diolah dan menjadi bagi resep pembuatan kue. Apa jadinya jika minuman dari sari anggur ini diolah bersama kue-kue kesukaan Anda?

Mencampurkan wine ke dalam adonan kue tidak hanya menjadikan kue lebih basah dan lembut, tapi juga terasa lebih nikmat dan membuat menu penutup (desert) Anda makin bercita rasa tinggi. Meracik wine dengan adonan kue memang tidak mendapatkan rasa yang unik, namun resep ini dipastikan mampu menghadirkan sensasi dan kenikmatan yang tidak pernah mereka dapatkan sebelumnya.

Beberapa resep kue melibatkan wine sebagai bahan utamanya. Namun, ada pula wine yang berfungsi sebagai penambah aroma sekaligus ornament yang memperindah sebuah hidangan. Beberapa jenis kue yang berhasil dipadukan dengan wine dapat menjelma menjadi orange wine cake, white wine cake, red wine cake, blackberry wine cake, dan sebagainya. Cita rasa kue yang dihasilkannya pun dipastikan akan memuaskan selera Anda.

Soal jenis wine apa yang akan Anda gunakan dalam pembuatan kue, tergantung selera dan keinginan Anda. Anda dapat memakai white wine (minuman dari anggur yang kulitnya telah dikelupas), red wine (minuman yang terbuat dari anggur merah atau hitam), sherry (wine asal Spanyol yang diperkuat dengan minuman keras), port (wine Portugal yang dibuat dari anggur), hingga vermouth (wine yang diberi aroma ramuan dan rempah). Yang penting, selama wine tersebut bagus dan enak menurut Anda, maka bagus pula untuk dijadikan campuran kue.

Berbagai resep wine cake yang begitu lezat dapat Anda temukan dan pelajari. Salah satunya adalah menu red wine cake yang populer dan digemari masyarakat Jerman. Untuk mendapatkan kue ini, Anda mesti menyediakan 1 cangkir mentega, gula putih, 4 butir telur, 1 sendok the ekstrak vanilla, 12 ons batangan cokelat, 2 ¼ cangkir tepung terigu, 4 sendok makan bubuk cokelat, dan tentu saja ½ cangkir red wine.

Selanjutnya, campurkan mentega, gula, telur, vanila, dan batangan cokelat hingga merata. Siapkan adonan tepung terigu dalam wadah yang berbeda. Tambahkan red wine dan bubuk cokelat serta diaduk hingga merata. Tuangkan semua adonan ini dalam satu wadah dan masukkan ke dalam oven yang telah dipanaskan 170 °C selama 1 jam. Setelah dingin, hiasi kue ini dengan decorasi menarik sesuai keinginan, seperti gula-gula maupun irisan buah.

Kini, wine cake yang Anda inginkan telah terhidang secara sempurna. Racikan wine dalam kue ini dipastikan akan menghadirkan rasa dan sensasi yang menggoda selera Anda. Jadi, apabila Anda merasa bosan dengan rasa kue yang itu-itu saja, cobalah Anda mencicipi resep-resep ini.