Tampilkan postingan dengan label Vacation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Vacation. Tampilkan semua postingan

Senin, Desember 29, 2008

The Best Vineyard

Pernahkah Anda berpikir dari mana wine datang? Di negara apa ia dibuat? Siapa pembuatnya? Apakah ia membuatnya dalam keadaan senang atau bersedih? Lalu, apakah Anda pernah mencicipi wine dari drumnya? Atau apakah Anda memiliki pengalaman special, seperti melihat pembuat wine lenyap di ruang bawah tanah dan membawa sebuah botol atau sesuatu yang unik dan langka?


Jika Anda ingin menemukan pengalaman baru menyangkut segala hal tentang wine, berkunjung ke kebun anggur merupakan keputusan yang tepat. Bordeaux (Prancis), Sherry (Andalusia), Marlborough (New Zealand), Barossa (Australia Selatan), atau Sussex (England), dikenal sebagai kawasan yang memiliki perkebunan anggur yang juga memproduksi wine yang menakjubkan. Tempat-tempat ini juga menawarkan panorama alam yang indah, masyarakat yang ramah, serta menghadirkan kenangan yang tak terlupakan.


Kota Bordeaux, Prancis, memang dikenal sebagai daerah penghasil wine terbaik. Kota ini merupakan surga bagi para pejalan kaki dengan arsitektur megah dan udara terbuka di sepanjang Sungai Garonne. Di Bordeaux juga terdapat perkebunan anggur yang begitu asri dan mengelilingi kota dan membentang sejauh mata memandang.


Di Sherry, Andalucia, Anda dapat menemukan perkebunan anggur yang memproduksi sherry, salah satu wine paling populer di Inggris. Di tempat ini Anda dapat melihat tanah Albariza yang begitu putih laksana kapur. Tanah ini diyakini memproduksi kadar asam pada anggur. Untuk menikmati segelas sherry Anda dapat mengunjungi pantai Sanlucar di tengah teriknya matahari dan belaian udara laut sambil menikmati tiram atau mengunjungi teduhnya gudang sherry di kawasan Jerez de la Frontera dan Sanlucar de Barrameda.


Anda juga dapat mengunjungi perkebunan anggur di Marlborough, New Zealand, khususnya di Sauvignon Central dengan tanah yang berbatu-batu di mana setiap hari Anda dapat menikmati sinar matahari. Tanah berbatu cocok bagi pertumbungan anggur dan mampu melahirkan anggur yang makin berkualitas. Tempat ini juga cocok bagi Anda yang ingin menikmati pemandangan kebun anggur di seberang lembah Sungai Wairau.


Anggur yang matang akan menghasilkan wine yang terbaik. Begitu hukum universal berkembang. Di Barossa, Australia, Anda dapat menikmati pemandangan anggur yang ranum yang telah melahirkan wine-wine berkualitas. Begitu pula di Sussex, Inggris, yang dikenal memproduksi wine klasik. Namun, jika Anda ingin menemukan sebuah kawasan baru wine klasik, datanglah ke Petworth di West Sussex.


Menikmati pemandangan kebun anggur yang memukau serta melihat pembuatan wine secara langsung di tempat-tempat di atas dipastikan akan memperkaya pengalaman baru bagi Anda. Pastikan pengalaman baru ini akan membuat Anda memiliki perhatian, cita rasa, dan nuansa yang berbeda mengenai arti sebuah kenikmatan di balik segelas wine.

Selasa, Agustus 12, 2008

Halong Bay, Pesona Alam yang Memikat Hati

Masih ingat aksi seru dalam film Tommorow Never Die yang menampilkan tokoh James Bond? Dalam satu adegan, tampak spionase 007 itu berada di antara perbukitan karang di tengah-tengah laut yang begitu menawan. Seperti aslinya, begitulah gambaran tentang objek wisata Halong Bay yang begitu terkenal di daratan Vietnam.

Teluk Halong merupakan salah satu objek wisata andalan di Vietnam. Halong, yang dalam bahasa Vietnam berarti naga yang turun ke laut, terdiri dari deretan batu karang seluas 331.700 kilometer persegi yang menyembul di atas laut. Kawasan ini menyuguhkan suasana yang menakjubkan, alami, dan jauh dari segala polusi maupun hiruk pikuk duniawi.

Teluk yang berada di Kota Ha Long, Propinsi Quang Ninh, ini berada sekitar 160 kilometer arah Timur Kota Hanoi dan dapat ditempuh dalam waktu empat jam perjalanan dari Hanoi. Sepanjang perjalanan, tampak pemandangan yang mengasyikkan dari kejauhan, seperti gugusan karang yang ada di tengah-tengah laut, beberapa hotel berbintang, maupun kapal-kapal pariwisata yang berlabuh di dermaga.

Selama dalam perjalanan, terdapat juga tempat peristirahatan atau tempat singgah dalam satu jam pertama, yakni pusat kemanusiaan (humanity centre) bernama Hang Ngoc. Di tempat itu terdapat anak-anak cacat jasmani yang membuat kerajinan bordir serta suvenir lainnya khas Vietnam.

Untuk menikmati pesona Teluk Halong, kita harus menggunakan kapal-kapal pesiar yang tersedia di dermaga. Sambutan hangat para awak kapal membuat suasana makin akrab dan bersahabat. Saatnya melakukan wisata air yang penuh daya tarik. Dari atas perahu, kita dapat menikmati panorama alam sambil mencicipi berbagai hidangan sea food, mulai dari kepiting, cumi, hingga cah kangkung.

Menurut legenda, teluk yang berada di perairan Teluk Tonkin ini bermula dari cekungan raksasa yang dipenuhi air. Konon, cekungan tersebut terbentuk karena jatuhnya seekor naga ke bumi. Hingga sekarang, Halong Bay menjadi wisata kebanggaan masyarakat sekitar. Keindahan pulau-pulau karang maupun gua-gua yang ada di perairan ini dikenal sebagai salah satu warisan alam dunia.

Selain diramaikan oleh kunjungan wisatawan dari belahan dunia, Teluk Halong juga menampilkan aktivitas bahari lainnya, seperti hilir mudiknya kapal penangkap ikan maupun para pencari mutiara. Selain menikmati pemandangan itu, kita juga dapat menjelajahi gua-gua pinggir laut yang tidak terlalu sulit dijangkau.

Salah satu gua yang terkenal adalah Hang Dau, sebuah gua besar yang terdiri dari tiga lubang. Para pengunjung tidak saja akan tertarik oleh bentuk gua yang aneh, tetapi juga oleh sejarah gua tersebut. Konon di gua tersebut Jenderal Tran Hung Dao menyembunyikan ratusan bambu runcing yang kemudian ditanam di Sungai Bach Dang untuk dijadikan alat untuk menghancurkan invasi Raja Mongol, Kubhilai Khan, di tahun 1288.

Kita juga dapat mengunjungi Hang Thien Cung atau Gua Istana Surga yang dikenal sebagai gua paling indah di Teluk Halong. Dengan panjang sekitar 250 meter dan lebar 20 meter, gua ini dipenuhi oleh stalagtit-stalagtit yang mengagumkan. Kilauan bentuk batuan tersebut bersinar-sinar penuh warna. Untuk mencapai tempat-tempat ini, para pengunjung dapat menggunakan kapal laut atau kayak.

Selain keindahan karang dan kehijauan air laut, Halong Bay juga kaya akan binatang laut yang beraneka warna. Pemandangan bawah laut pun menjadi suguhan tak terlewatkan. Suasana yang sunyi, keindahan alam yang tanpa polusi, maupun gugusan batu karang yang alami membuat Halong Bay senantiasa dibanjiri para pelancong.

Kamis, Juli 24, 2008

Pesona Kemegahan Bvlgari Hotel & Resort

Keindahan alam dan kekayaan warisan budaya yang dimiliki Bali telah menarik perhatian desainer kenamaan dunia, Bvlgari, untuk membangun hunian mewah dan eksklusif di Pulau Dewata. Rancangannya yang mengombinasikan arsitektur tradisional Bali dengan desain modern membuat penginapan ini bukan hunian biasa. Di Bvlgari Hotel & Resort ini Anda dapat menikmati kemewahan sejati karya Bvlgari di tanah air.

“Bali merupakan salah satu tempat terindah dan tereksklusif di dunia berkat keindahan alam dan kekayaan warisan budayanya,” kata Chief Executive Officer Bvlgari, Francesco Trapani tentang rahasia di balik berdirinya Bvlgari Hotel & Resort di Bali. Resort kedua Bvlgari setelah Bvlgari Hotel di Milan, Italia, ini menawarkan paduan tradisional dan modern ini yang terpancar jelas dari bangunan luar maupun interior resort.

Seperti namanya, Bvlgari identik dengan kemewahan sejati. Desain resort yang dirancang oleh Antonio Citterio & Partners, ini memiliki konsep yang sama dengan Bvlgari Milan, yang menggabungkan material pilihan dan menonjolkan kesan eksklusif. Bedanya, bangunan Bvlgari Bali didominasi oleh kayu mahoni dari Jawa yang elegan dan simpel. Sedangkan Bvlgari Milan memakai black marble dari Zimbabwe yang mewah.

Berdiri kokoh di tengah kemegahan alam Jimbaran Peninsula, tepatnya di dekat Desa Pecatu, Bali, resort ini menawarkan harmoni antara kemewahan dan tempat menyepi yang penuh privasi. Posisinya yang tepat berada di pesisir pantai memungkinkan setiap tamu yang berkunjung dapat menikmati panorama pantai lepas. Untuk merasakan kelembutan pasir putih di pantai, sebuah lift yang mengantarkan Anda pada private beach di dasar tebing. Lokasi ini memang hanya dapat diakses dengan lift dan tidak dapat dijangkau dari darat maupun laut, karena pantai ini terhalang oleh gugusan karang.

Walaupun keberadaannya tersembunyi dari keramaian, Anda tetap dapat merasakan keceriaan dan kebahagiaan di tengah kemegahan arsitektur, ornamen, maupun fasilitas hotel bertaraf internasional yang dimilikinya. Di lahan seluas 8,4 hektare ini, terdapat 59 vila mewah yang dilengkapi dengan taman yang asri, teras yang nyaman, serta berbagai sarana relaksasi lainnya. Tidak ketinggalan pula butik Bvlgari yang memajang koleksi maha karya sang desainer, mulai dari perhiasan, jam tangan, parfum, hingga aksesori menawan lainnya.

Hotel dan resort super mewah ini mampu menghadirkan pengalaman baru bagi Anda selama berlibur. Sarana yang lengkap, aura kemewahan khas Bvlgari yang senantiasa membalut suasana, serta kenyamanan privasi adalah nilai lebih yang ditawarkan penginapan eksklusif ini. Tidak heran jika resort ini disebut-sebut sebagai tempat yang sempurna untuk bersantai dan berlibur bersama keluarga.

Family Adventure in France

Pedalaman Perancis yang menyimpan banyak keunikan akan membuat liburan sekolah anak-anak Anda tahun ini sungguh berbeda. Ada yang menyebutkan, pedalaman ini merupakan tempat yang sempurna untuk menghindari rutinitas dan pekerjaan yang melelahkan. Beberapa lokasi di pedalaman negara ini khusus dirancang sebagai tempat wisata keluarga dengan serangkaian aktivitas yang menyenangkan. Salah satu contohnya adalah Roya Valley, yaitu satu daerah di pedalaman Perancis yang sunyi dan memiliki keindahan panorama pegunungan yang asri, sungai yang mengalir deras, serta suasana farmhouse khas Perancis. Selain menawarkan pemandangan perbukitan, farmhouse di daerah ini juga dilengkapi dengan sarana relaksasi serta fasilitas penunjang aktivitas seperti pertunjukan seni budaya, berbagai sajian makanan sehat yang lezat, serta koleksi wine yang berkualitas untuk menemani waktu liburan Anda dan keluarga.

Pedalaman Les Alpes juga menawarkan banyak kegiatan, khususnya yang bersifat petualangan yang bisa dilakukan bersama keluarga. Dimulai dari menelusuri tebing, mendaki pegunungan Alpes, bersepeda gunung, bermain arung jeram, kayak atau kano, mendaki tebing merupakan aktivitas yang bisa menyibukkan Anda selama berlibur di daerah ini. Tempat ini juga sangat cocok untuk Anda yang ingin membawa serta anak-anak karena kegiatan-kegiatan petualangan yang disebutkan di atas aman bagi Anda dan anak-anak dengan umur 8 tahun ke atas karena didukung oleh sistem keamanan canggih serta instruktur yang berpengalaman.

Pilihan lainnya adalah Chamonix Valley dimana Anda dan keluarga dapat menyalurkan jiwa petualangan yang mungkin selama ini belum dapat tersalurkan. Dengan latar Mont Blanc yaitu gunung tertinggi di Eropa, daerah ini memiliki berbagai kegiatan petualangan yang bisa dinikmati seperti trekking, ice skating, bersepeda, memanjat tebing, dan bermain arung jeram, tentunya dengan ditemani oleh udara yang segar dan pemandangan indah yang sulit ditemukan di negara kita sendiri. Anda tertarik?

Parrot Cay, Panorama Alam yang Menenangkan

Apabila Anda mencari tempat persembunyian eksklusif di Kepulauan Karibia, Parrot Cay adalah pilihan yang tepat untuk Anda. Sebuah pulau pribadi yang memberikan ketenangan dan kenyamanan. Pulau kecil ini juga menawarkan panorama alam yang memukau dengan pasir putih yang membentang sepanjang pesisir pantainya.

Anda pernah membayangkan tentang surga? Di Parrot Cay Anda akan menemukan titik-titik terang tentang adanya tempat impian itu. Suasana yang tenang, nyaman, dan sunyi senantiasa menemani hari-hari libur Anda bersama keluarga. Sambil mengasingkan diri dari berbagai rutinitas kehidupan, Anda dapat menikmati keindahan alam yang memberikan berbagai pengalaman baru selama berlibur.

Suasana alam yang asli adalah daya tarik utama. Pasir putihnya yang lembut bagaikan bubuk porselin saat tersentuh telapak kaki. Para pengunjung merasakan desir angin di pantai lepas sambil bersantai di sekitar resort. Langit cerah warna hijau pupus yang berpadu dengan biru seluas mata memandang membawa Anda pada ketenangan yang abadi.

Pada awalnya, pulau ini bernama Pirate Cay. Namun, dalam perkembangan berganti nama dan menyulap diri menjadi pulau eksotis yang mengagumkan. Pulau yang menjadi bagian dari Pulau Turks dan Caicos ini didominasi oleh resort maupun hotel pantai yang eksklusif. Kombinasi antara resort, hotel, pantai, serta pemandangan yang hijau alami membuat suasana berlibut senantiasa menyenangkan.

Parrot Cay & COMO Shambhala menawarkan 58 kamar, suite, dan rumah pantai pribadi yang eksklusif. Interior suite maupun vilanya yang minimalis dan mewah memadukan warna-warna yang tenang, perabotan khas Indonesia, serta berbagai fasilitas modern bertaraf internasional. Pelayanan ramah dan bersahabat membuat resort dengan tarif mulai dari US$ 500 – US$ 10.000 ini terasa bagaikan rumah sendiri.

Walaupun sebagian besar pengunjung Parrot Cay bermaksud untuk menghabiskan waktunya dengan bermalas-malasan, bukan berarti resort ini tidak membolehkan Anda untuk melakukan aktivitas lain. Kegiatan seperti menyelam, bermain papan seluncur, berlayar, memancing, atau mengikuti kelas-kelas kebugaran merupakan fasilitas yang disediakan pengelola resort. Anda juga dapat memburu cendera mata unik atau oleh-oleh khas Parrot Cay.

Di tahun ini, Parrot Cay menawarkan beberapa paket berlibur menarik, seperti paket Como Shambhala Experience, Summer Honeymoon, hingga Rejuvenation Escape yang menawarkan beragam akomodasi mewah. Anda dapat memanfaatkan fasilitas antar jemput dari bandara, sarapan pagi khas Amerika, sampai menikmati treatment mewah lainnya.

Bukan sembarang berlibur, Parrot Cay menawarkan berbagai macam treatment yang membuat Anda terbuai dalam relaksasi yang menyeluruh. Como Shambhala Spa merupakan sarana spa yang melibatkan ahli terapi dari Bali. Selain dapat merasakan pijatan ala COMO Shambhala, Shiatsu, reflexology, Anda juga dapat melepas lelah sambil merasakan sensasi pijatan khas India, Thailand, Swedia, serta Indonesia.

Suasana yang mengagungkan privasi ini menjadi tempat favorit untuk merayakan kemewahan bersantai. Tidak heran apabila ketenangan dan kesunyian Parrot Cay juga menjadi dambaan pesohor dunia, mulai dari Bruce Willis, Michael J Fox, sampai Ben Affleck dan Jennifer Garner yang mengadakan pesta pernikahan di sana. Parrot Cay memang menjadi tempat yang ideal untuk menemukan kembali irama kehidupan, merasakan suasana malam yang tenang, serta memercikkan rasa damai di hati.

Dubai, Surga Wisata Penuh Fantasi

Inilah kota kosmopolitan baru di Asia yang memiliki hamparan padang pasir dan menjadi tujuan wisata utama para wisatawan. Pembangunan proyek-proyek fantastis dan ambisius terus dijalankan untuk mewujudkan cita-cita Dubai sebagai pusat turisme dunia, perdagangan, dan bisnis keuangan. Inilah tempat yang sempurna bagi Anda untuk meninggalkan hiruk-pikuknya dunia.

Kota seluas 4.114 kilometer persegi dengan penduduk sekitar 1.071 juta jiwa ini kini membuat decak kagum dunia. Dubai berkembang cepat, dari hamparan padang pasir di pinggiran Teluk Arab menjadi kota modern dengan bangunan-bangunan tinggi menjulang, lengkap dengan potensi wisata yang menakjubkan. Kombinasi karya arsitektur superfantastik, warisan alam, dan kekayaan tradisional adalah jawabannya.

Citra sebagai negara modern terlihat di sepanjang Jalan Sheikh Zayed dari Pelabuhan Jebel Ali di ujung selatan Dubai sampai kawasan Deira di bagian utara. Burj Dubai, gedung pencakar langit setinggi 700 meter dengan 189 lantai, menjadi bangunan tertinggi di dunia. Ribuan hektar pantai Teluk Arab direklamasi untuk pembangunan resor, seperti Palm Jebel Ali, Palm Jumeirah, serta Palm Deira. Tiga pulau ini dirancang menyerupai pohon palem yang konon bisa terlihat dari bulan seperti halnya Tembok Raksasa China.

Gugusan pulau di lepas pantai Dubai ini menjadi pemandangan yang mengesankan. Pohon-pohon nyiur melambai-lambai tertiup angin. Pasir putih di pantainya menawarkan kehangatan. Vila-vila dan resor wisata serbamewah dan menjanjikan kenyamanan juga berdiri di pulau-pulau buatan ini. Di kawasan itu juga ada pulau khusus untuk bermain golf serta sebuah pulau mirip taman safari di Afrika. Melengkapi kememawahan ini, Dubai juga memiliki Hydropolis, hotel bawah laut pertama di dunia pada kedalaman 20 meter dan berjarak 300 meter dari pantai.

Lupakan sejenak kelokan indah di sungai maupun pasir putih di pantai. Lupakan pula berbelanja di kawasan pertokoan mewah, karena belum lengkap kunjungan Anda bila belum menikmati keindahan gurun pasir Dubai. Untuk wisata alam, Dubai menawarkan kekayaan lautan padang pasir yang menakjubkan. Di kawasan Al Maha Desert Resort, sebuah resor eksklusif berbintang tujuh yang berada di tengah gurun pasir, Anda dapat menyaksikan keindahan padang pasir sesungguhnya.

Di hamparan padang pasir ini, Anda bisa menyaksikan fenomena alam ketika padang pasir itu berubah-ubah hingga tujuh rupa. Kadang-kadang merah, kuning, serta kehijauan. Berbagai aktivitas, seperti mengendarai kendaraan offroad, menunggangi kuda Arab atau unta merupakan kegiatan yang seru dan menyenangkan. Menelusuri cagar alam Al Maha sambil melihat kupu-kupu, oryx yang bertanduk panjang, kucing liar, rubah, burung elang, serta kelinci gurun di habitat aslinya, juga tidak kalah mengasyikkan.

Selain berbagai aktivitas di atas, Anda juga dapat mengunjungi museum, yang didesain begitu hidup yang menggambarkan masa lalu Dubai. Anda juga bisa berkunjung ke pasar emas tradisional atau menonton pacuan unta. Kekayaan tradisional lainnya yang dimiliki Kota Gurun ini disuguhkan melalui wisata makan malam di atas kapal tradisional dengan menyusuri Sungai Dubai serta kampung tradisional yang masih lestari. Acara makan malam ini juga bisa dilakukan di alam terbuka yang menambah suasana indah dan romantis dengan taburan bintang di langit yang cerah.

Mendapatkan keunikan-keunikan yang disuguhkan Dubai sungguh memberikan pengalaman yang tidak terlupakan. Anda dapat menikmati pengalaman baru sebuah kehidupan metropolitan, kekayaan alam yang khas, serta warisan budaya tradisional yang penuh kesan. Dubai memang bukan lagi sekadar samudra padang pasir yang kering kerontang sekarang. Ya, inilah saatnya Anda meninggalkan kebisingan dunia.

Jumat, Juli 18, 2008

Pesona Bumi Parahyangan

Terletak di dataran tinggi yang indah, Bandung menawarkan udara yang sejuk. Sejak 1920, Bandung yang juga disebut Kota Kembang ini telah dikenal sebagai tempat wisata yang dikunjungi banyak orang. Dengan luas wilayah 17.000 hektar, Bandung menjadi kota terbesar ketiga di Indonesia dengan potensi wisata yang mempesona.

Menurut legenda, Bandung berasal dari kata “bendung” yang berarti bendungan atau dam. Ibukota Provinsi Jawa Barat, ini pada mulanya memang sebuah Danau yang dikelilingi pegunungan yang alami. Airnya yang menyusut lantas mengubah wilayah ini menjadi sebuah kota besar yang indah dan menakjubkan. Gugusan gunung dengan panorama alam yang indah menambah suasana makin nyaman dan sejuk. Perkebunan teh seluas mata memandang laksana hamparan permadani yang hijau menyegarkan.

Kolonial Belanda sempat menyebutnya Mooi Bandung (Bandung indah). Julukan lain yang muncul pada 1920-an dan diingat sampai kini adalah Parisj van Java yang berarti Paris-nya Jawa. Di kalangan turis asal Amerika, Bandung disebut juga sebagai kembarannya Miami, karena banyaknya bangunan tua bersejarah yang berarsitektur deco di Bandung. Beberapa kompleks bangunan bersejarah antara lain di sepanjang Jalan Braga, Museum Mandala Wangsit, Museum Geologi, Gedung Sate, balaikota, pendopo, dan Gedung Merdeka.

Dalam perkembangannya, daerah yang berada di lembah Gunung Tangkubanprahu ini tak lagi semata dikenal sebagai kota wisata. Bandung ini mengembangkan diri sebagai kota pemerintahan, perdagangan, industri, kebudayaan, dan kota jasa. Berbagai fungsi kota ini bersatu padu guna menunjang kemajuan industri pariwisata kota yang juga kerapkali disebut Parahyangan (tempat tinggal para dewa) ini.

Kawasan wisata Bandung memang tak bisa disejajarkan dengan Bali ataupun Yogyakarta. Namun, banyak pilihan tempat wisata yang bisa Anda kunjungi. Bumi Parahyangan ini menawarkan Aneka jenis wisata unik dan menarik yang ditawarkan, mulai dari wisata alam, budaya, sejarah, jajanan, hingga wisata belanja yang paling banyak menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara. Memang, Bandung begitu dikenal sebagai surganya tekstil dan jajanan.

Gedung peninggalan jaman Belanda dan museum bertebaran di setiap sudut kota. Salah satu wisata sejarah yang terkenal adalah Gedung Sate. Bangunan ini menjadi salah satu obyek wisata yang sering dikunjungi turis asing, khususnya mereka yang memiliki keterkaitan emosi maupun sejarah dengan gedung ini. Menaiki anak-anak tangga menuju Menara Gedung Sate seperti membawa kita pada kehidupan masa lalu yang penuh kenangan.

Keindahan Gedung Sate lebih lengkap dengan adanya taman di sekelilingnya. Taman ini sering dijadikan pusat kegiatan yang bernuansa kekeluargaan, lokasi shooting video klip musik baik artis lokal maupun artis nasional, lokasi foto keluarga atau foto diri bahkan foto pasangan pengantin. Di hari minggu, lingkungan halamannya dijadikan pilihan tempat bersantai bersama keluarga, atau berolahraga ringan sambil menghirup udara segar.

Anda lebih suka menikmati pemandangan alam? Tak usah khawatir. Menurut para pujangga, Bandung diciptakan ketika dewa-dewi sedang tersenyum. Maka, bersiaplah menikmati panorama alam yang menakjubkan. Anda juga bisa melihat dan mempelajari indahnya gugusan bintang dan planet di Observatorium Boscha. Observatorium yang berada di daerah Lembang ini merupakan satu-satunya peneropong bintang di dunia yang terletak di katulistiwa.

Bagi Anda penggemar seni dan budaya, Bandung adalah pilihan yang tepat sebagai tempat tujuan wisata. Rangkaian pertunjukan budaya digelar di pusat-pusat pertunjukan setiap harinya, mulai seni tradisional maupun kontemporer. Sejak dulu, Bandung terkenal dengan penduduknya yang kreatif dan penuh imajinatif. Di Bandung pula, tinggal Nyoman Nuarta, pematung yang juga pelopor seni rupa di Indonesia. Taman patung Nu-Art (Nu-Art Sculpture Park) seluas tiga hektar milik sang pematung, juga bisa menjadi tempat Anda menikmati dan mengapresiasi karya-karya seni yang memukau.

Selain terkenal dengan karya dan pertunjukan seni budaya, Bandung juga menawarkan wisata jajan yang akan memberikan kepuasan selera makan Anda. Ratusan kafe yang menyajikan berbagai jenis makanan tersedia di setiap sudut kota. Keunikan makanannya tak hanya terletak pada rasanya, nama-namanya pun tak mau kalah. Sebut saja: peuyeum, colenak, surabi, comro, cilok, cireng, misro, dan bala-bala. Ada pula yang namanya lotek, karedok, bajigur, bandrek, awug, batagor, gehu, bacang, dan sederet daftar panjang lainnya. Nama-nama menu ini terdengar begitu merakyat, jenaka, dan kocak, mirip watak orang Sunda pada umumnya.

Wisata belanja Anda di Bandung.dijamin tak bakal membuat isi dompet terkuras habis. Terdapat 181 FO (factory outlet) dan 101 pasar swalayan di Bandung. Semuanya menawarkan produk yang serba murah, dengan kualitas yang tinggi. Tekstil merupakan komoditas utama Bandung. Sekitar 60% perusahaan tekstil seluruh Indonesia ada di kawasan ini. Karena itu, banyak pelancong dari luar kota menyerbu Bandung karena kemurahan barang-barang dagangannya.

Di Jalan Cihampelas, beragam merk jeans terkenal bisa Anda dapatkan. Selain terkenal karena jeansnya, kehebohan dekorasi toko-tokonya yang memampang patung-patung raksasa dengan warna-warni mencolok. Beberapa tahun belakangan ini, produk yang diperdagangkan di FO sebagian besar pakaian sisa ekspor dengan merek-merek ternama, seperti Gianni Versace, Lea, Guccy, Aigner, Zegna, Luis Vuiton, dan sebagainya, namun dengan harga yang sangat miring. Tempat barang murah lainnya adalah Cibaduyut yang terkenal dengan sepatu dan tas kulitnya.

Begitulah Bandung. Keindahan kota, iklim yang sejuk, serta pilihan tempat wisata yang serba unik adalah suguhan yang tak bisa terlewatkan selama Anda berada di Kota Kembang. Suasana yang bersahabat dan keramahan penduduknya menjadikan Bandung sebagai tempat favorit di akhir pekan. Selamat datang di buminya para dewa.

Kamis, Juli 17, 2008

Romantic Love Getaway Islands

Ingin melarikan diri dari rutinitas sehari-hari dan merayakan keagungan cinta kasih dengan penuh romantisme bersama pasangan? Beberapa pulau di Samudera Atlantik menyuguhkan eksotisme, keheningan dan keunikan panorama yang tiada duanya. Dengan penataan yang eksklusif dan modern, pulau-pulau ini menawarkan berbagai akomodasi penginapan, baik tradisional maupun yang mewah dan berkelas. Pulau-pulau ini memang sangat cocok bagi pasangan yang ingin berbulan madu atau melepaskan diri dari kesibukan sehari-hari.

Segitiga Bermuda, Samudera Atlantik: Bagi Anda yang menyukai cerita-cerita misteri pasti mengenal wilayah laut yang berada di selatan Amerika Serikat dengan titik sudut Miami , Puerto Rico dan Bermuda. Sejak berabab-abad silam, kawasan Segitiga Bermuda atau disebut juga The Bermuda Triangle ini menyimpan berbagai kisah yang tak terpecahkan. Walaupun kawasan ini juga dikenal karena misteri demi misteri yang terjadi dan telah dicatat oleh para pengelana samudera seperti Christopher Columbus, daerah yang diambil dari nama penemunya ini, Juan de Bermúdez, seorang kapten laut asal Spanyol, ternyata memiliki pulau sangat indah dan eksotis sehingga layak untuk Anda kunjungi.

Pulau eksotis itu bernama Bermuda, yang juga dikenal dengan sebutan The Somers Isles, La Garza, Virgineola atau Devils Island. Pulau terbesar di antara 138 pulau yang membentang di kawasan ini menawarkan panorama alam menakjubkan, pantai yang indah serta berbagai tempat penginapan tradisional hingga modern dengan program-program liburan menarik mulai dari bulan madu hingga untuk acara keluarga seperti fun games, wisata alam, dan menikmati berbagai aktivitas seni dan budaya setempat.

Bermuda adalah tempat istimewa bagi Anda yang ingin berlibur dan menghabiskan waktu bersama pasangan. Berbagai aktivitas yang bisa Anda lakukan bersama pasangan antara lain berjalan menyisiri pantai, menikmati sunset dan sunrise, menaiki kayak sambil menelusuri batu karang yang indah, bermain golf atau sekadar merayakan cinta dan mengikrarkan janji setia kepada pasangan dengan dilatari oleh pemandangan yang memanjakan mata Anda.

Salah satu hotel atau resort yang seringkali menawarkan paket liburan penuh romantis adalah Fairmont Southampton. Paket “Love Festival” yang mereka tawarkan akan menjadikan Anda dan pasangan seperti raja dan ratu. Kedatangan Anda akan disambut oleh Menteri Bermuda bidang pariwisata bersama istri, lengkap dengan jamuan champagne dan coklat yang lezat. Sebuah pesta yang eksklusif bersama North Shore Acapella di club The Deep juga menanti kehadiran siapa saja yang ingin menikmati kemeriahan di Bermuda.

Acara lain yang tidak boleh Anda dan pasangan lewatkan adalah “Love Commitment”, sebuah sarana yang tepat untuk menyatakan komitmen cinta Anda bersama pasangan. Apabila Anda berencana untuk melamar kekasih Anda di acara ini, pastinya kekasih Anda tidak akan melupakan peristiwa romantis ini seumur hidupnya.

Liburan di Pulau Bermuda tidak menarik bagi Anda? Jangan khawatir, Pulau Aruba yang terletak di Laut Karibia siap memberikan pengalaman menarik dan menyenangkan bagi Anda. Pulau Aruba yang merupakan bagian dari Kerajaan Belanda ini dapat menjadi alternatif pilihan Anda untuk merayakan cinta bersama pasangan Anda.

Dibandingkan dengan perairan lainnya, laut Aruba memang menawarkan ketenangan yang berbeda. Air lautnya yang biru dan bening cocok bagi Anda yang gemar menyelam, berselancar, snorkling atau hanya berenang. Pemandangan pantai yang indah dan suasana yang bersahabat membuat pulau yang terkenal dengan wisata pantainya ini seperti rumah kedua bagi Anda.

Aruba yang dirancang dengan suasana penuh romantisme, cocok bagi Anda yang ingin menyelenggarakan pesta pernikahan, ulang tahun pernikahan maupun bulan madu. Anda dapat menemukan berbagai resort yang menawarkan ”Soulmate Package” dimana Anda dan pasangan dapat menikmati rekreasi di pantai, massage, candlelight dinner maupun pesta yang dimeriahkan oleh tarian salsa lokal. Selain itu, fasilitas pemandian dengan aroma mawar dan aromaterapi yang eksklusif juga disediakan khusus untuk memanjakan Anda dan pasangan.

Pilihan lain untuk romantic getaway Anda adalah Pulau Turks dan Caicos dimana Anda dapat menikmati keindahan pesona lautan Atlantik. Pulau yang terletak di tenggara Miami ini merupakan pulau yang memiliki rangkaian batu karang terluas ketiga dan pantai tropis terbaik di dunia yang menyebabkan pulau ini terkenal sebagai tujuan wisata laut utama di kalangan wisatawan. Apabila Anda dan pasangan sangat menyukai keindahan laut, maka pulau ini adalah pilihan yang paling tepat.

Percumbuan Modernitas dan Klasik


Angka ini boleh jadi membuat Anda tercengang. Menurut badan statistik, sekitar 71.000 kamar hotel bertebaran di kota New York. Jika Anda melancong jauh-jauh ke sana, mengapa harus menetap dalam sebuah kamar tua bila Anda dapat mendapatkan kamar dimana William Faulkner menulis pidato hadiah nobelnya atau saat Jackie Onassis menghias rambutnya. Institusi New York melihat ini semua sebagai peluang yang tak boleh disia-siakan.


"Keuntungan besar yang ditawarkan sebuah hotel" menurut George Benard Shaw "ialah menawarkan sebuah pelarian dari kehidupan rutinitas rumah". Dan, tidak seperti rumah, hotel yang ada di sana lengkap dengan fasilitas berkelas dunia.


Sebuah penerbangan lintas benua dari Indonesia berhak untuk mendapatkan yang terbaik untuk mendapatkan tempat istirahat di "sebuah kota yang tak pernah tidur". Tempat-tempat peristirahatan yang dapat menjadi pilihan di Kota New York antara lain:


Algonquin

Masyarakat sering mengasosiakan kota New York dengan taksi kuningnya yang berkeliaran di fifth avenue, atau lokasi film mafia yang dibintangi oleh Audrey Hepburn. Banyak dari kita membayangkan dapat menghirup dry martini di sebuah bar hotel klasik dengan musik jazz pada latar belakang dilayani baratender dengan penampilan apiknya.


Algonquin jelas tempat yang sempurna untuk musik jazz. The Oak Room, bar hotel, ialah tempat dimana Harry Connick Jr, Dianna Krall dan Jamie Cullum meniti karirnya dan mulai dikenal.


Terletak di jantung kota Manhattan, Algonquin ialah hotel untuk orang-orang yang mengapresiasikan New York dengan baik. Hotel ini, bagaimana pun, merupakan hotel tertua di New York yang masih beroperasi, di samping merupakan hotel pertama yang menggunakan kunci elektronik dan membolehkan wanita untuk berpergian sendiri.


Pengusaha minyak dari selatan, Benjamin Bodne, membeli hotel ini sebagai hadiah untuk istrinya. Sejak saat itulah sentuhan keanggunan diberikan. Dinding-dindingnya dihiasi dengan lukisan besar bernuansa jazz yang disinari oleh lampu-lampu tua. Furniture berbahan kayu Mahogany mempertahankan tradisi sebagai hotel klasik.


William Faulkner menulis pidato hadiah nobelnya pada 1950 di ruangan Suite Algonquin. Alan Jay Lerner dan Frederick Loewe menulis "My Fair Lady" di Lerner's Suite, dan Harold Ross mendapatkan dana untuk "New Yorker Magazine" dari teman bermain pokernya di bar hotel.

Hotel masih berada dalam jarak tempuh dengan berjalan kaki dari Broadway Theaters, pusat perbelanjaan di Fifth dan Madison Avenues, Empire State Building, The Museum Of Modern Art, Rockefeller Center, Radio City Music Hall, dan Times Square.


The Plaza Hotel

"Saya benar-benar mencintai Plaza Hotel" tutur Eloise, sebuah karakter terkenal dari buku anak-anak tahun 1950-an tentang seorang gadis kecil yang tinggal di Plaza Hotel. Ia bermain-main di koridor-koridor hotel, melakukan pemesanan layanan kamar, dan mewarnai dinding-dindingnya dengan crayon. Gadis kecil ini bahkan mengeluarkan perkataan "terkadang saya menyisir rambut dengan garpu".


Pada tahun 1963, lebih dari sejuta kopi Eloise telah terjual dan kemudian difilmkan dibintangi oleh Julie Andrews. Seperti Algonquin, hotel ini pernah dihuni oleh banyak tamu terkenal. Truman Capote memakainya dalam "Black and White Ball" pada 1966, dan hotel ini banyak dipakai sebagai setting dalam banyak film terkenal seperti "Home Alone" dan "Crocodile Dundee".


Waldorf Astoria

Satu hal yang dapat dikatakan, Hotel Waldorf Astoria dimulai dengan cerita tentang salad, tetapi pada kenyataannya cerita itu dimulai dari 2 hotels : William Waldorf Astor pemilik tunggal, dari 13 cerita bagian Hotel Waldorf yang dibuka tahun 1893 dan pemilik lainnya adalah sepupunya, John Jacob Astor IV, yang disebut sebagai Hotel Astoria.


Hotel Waldorf Astoria pernah menjadi salah satu hotel terbesar di New York hingga mengalamai perampingan saat pelebaran jalan untuk pembangunan Empire State. Seni artistik hotel itu dibuat oleh Waldorf ketika hotel diperbesar kembali tahun 1931. Dan, William Astor memotivasi sepupunya itu untuk mendekor bagian hotel yang dianggap bersejarah dan original, termasuk pada bagian mansion ayahnya.


Hingga hari ini, ruangan–ruangan mewah lebih banyak dari sebelumnya. Dua milyar dollar telah dicairkan untuk 24 kamar pada bagian 12 ruang mewah Astor, ruangan mewah ini termasuk tempat favorit bintang Sophia Loren dan juga termasuk kamar pesanan Presiden-Presiden Amerika Serikat (AS).


Pemerintah AS mengalokasikan ruangan besar dalam hotel itu yang bertempat di lantai 42 sebagai kediaman para wakil negara yang berkunjung ke negara mereka. Hotel itu juga menjadi sentral terbesar ketika digunakan Franklin D. Roosevelt, Adlai Stevenson dan Douglas MacArthur, termasuk lainnya.

Hotel Warwick New York
Ketika Hotel Waldorf Astoria menjadi terkenal sebagai hotel kediaman keluarga kaya dan orang-orang pintar di kota New York, Hotel Warwick pun mengikuti pergerakan itu. Contohnya Elvis dan grup band The Beatles pun pernah menginap dalam hotel ini disaat kegiatan tur musik mereka. Bahkan Cary Grant pun pernah tinggal di kamar terbaik hotel itu.

Di tahun 1926, ketua komisi hotel William Randolp Hearst memberikan kuasanya kepada Marion Davies yang dimana ia banyak memiliki teman di Hollywood. Salah satu alasan utama Hotel Warmick New York dibangun dengan menggabungkan teater Ziegfeld

Beberapa sisi hotel bersilangan pada sisi jalan Museum seni modern (MoMA) dan termasuk empat blok dari jalan kota New York, taman kota, Gedung Carnegie, jalan Avenue dan Pusat Rockfeller, beberapa tempat di hotel merupakan kamar terbesar di Manhattan dan didesain dengan perpaduan kehangatan gaya Eropa. Bukan hal yang sia-sia jika menghabiskan waktu di malam hari di hotel itu.


Yang unik dari hotel-hotel di New York, bisa jadi karena pemandangannya. Berapa banyak kamar hotel di dunia yang menawarkan pemandangan mempesona? Tak banyak. Di New York, paduan tata kota yang menarik, gedung-gedung pencakar langit, menara yang menjulang tinggi, dan kendaraan yang berbaris laksana semut ibarat teman dalam kelana petualangan Anda.


Atau, mungkin karena hotel-hotel di New York telah dikekalkan dengan begitu banyaknya film-film dan acara televisi yang menyelubungi antero jagad. Lihat saja, siapa yang dapat melupakan suatu adegan di Fawlty Towers ketika seorang tamu elegan Amerika memesan Salad Waldorf, yang biasa disajikan dan ditemukan di Waldorf-Astoria hotel, lalu Basil Fawlty membalas "Maaf, kita kehabisan stok Waldorfs segar".

Baden-Baden, Kota Spa Memesona

Motto kotanya saja “Staying Healthy”. Makanya, sejumlah sarana terapi maupun rileksasi seperti pemandian dan spa menjadi daya tarik utama yang mampu menyedot wisatawan mancanegara. Kota ini pun terkenal dengan kasino, budaya, dan pemandangan alamnya.

“Air Baden-Baden itu bukan sembarang air.” Ucapan seorang teman terngiang-ngiang tatkala saya menjejakkan kaki di Baden-Baden. Setengah percaya, setengah tidak. Yang saya dengar soal potensi wisata kota ini sebatas dari omongan orang. Kota di bagian selatan Jerman, ini memiliki daya tarik wisata, alam, maupun budaya yang memukau. Terutama, ya itu tadi spa. Begitu yang saya seringkali dengar.

Setelah tiga hari menyempatkan diri berlibur ke kota kecil ini, saya tak perlu lagi mendengar kata orang untuk sekadar membuktikan pesona Baden-Baden. Memang betul. Kota yang berjarak sekitar 60 kilometer dari Strasbourg, ini menyimpan aneka ragam sarana rileksasi, terapi, maupun kebugaran fisik.

Sebagian besar sarana rileksasi ini memanfaatkan potensi alam, yaitu air. Begitu banyak jenis air yang membuat Baden-Baden begitu kesohor di kalangan backpacker mancanegara. Misalnya, pemandian yang menggunakan air panas bumi atau thermal spring. Itulah kenapa kota berpenduduk sekitar 60 ribu jiwa ini kemudian dijuluki kota spa.

Spa begitu beken di Baden-Baden sejak Era Roman. Spa terbesar di sana yang kerap dijejali pengunjung adalah Caracalla Spa. Caracalla Thermae, begitu nama komplek pemandian, spa, dan sauna mewah ini. Dapat dikatakan, pusat rileksasi yang berada di jantung kota, tepatnya di Jalan Romerplatz I ini, ibarat surga bagi spa-goers.

Kawasan pemandian mewah ini memang dibuka untuk umum mulai pukul 08.00 pagi hingga 22.00 malam. Di sinilah saya merasakan pengalaman mandi dan berendam di air yang tak mungkin saya lupakan sepanjang hidup. Suasana yang ditawarkannya begitu sempurna, selengkap fasilitas yang disediakan pengelola.

Memang, tersedia beberapa paket untuk menikmati rileksasi Caracalla. Ingin paket tiga jam dengan tariff sekitar 14 Euro, atau empat jam dengan harga lebih mahal 2 Euro? Dengan uang sekitar 12 Euro, saya merasa cukup untuk merasakan pesona dan kenyamanan Caracalla selama dua jam.

Dari cerita yang berkembang, muasal nama Caracalla ini berasal dari Kaisar Roman, Caracalla, yang pertama kali menemukan sarana penyembuh hot thermal spring ini. Dalam perkembangan selanjutnya, area seluas 3.100 persegi ini tumbuh menjadi pemandian panas bumi terbesar dan terbaik di daratan Eropa.

Di dalam komplek pemandian kesohor ini, saya mencatat setidaknya terdapat tujuh kolam renang dan pemandian terapi, baik di dalam maupun di luar ruangan. Fasilitas-fasilitas yang disediakan mencakup massage jets, benche, hot waterfall, reclining chair, hot water spout, hingga fresh air unit. Dengan menggunakan piranti teknologi canggih, Caracalla lahir sebagai sarana kesehatan.

Semuanya dirancang begitu modern, tapi tetap menyatu dengan alam. Kolam renang seluas 450 meter yang berada di luar ruangan mirip sebuah danau. Saya pun menyempatkan diri untuk beristirahat sejenak di situ. “Bersihkan pikiran Anda. Biarkan jiwa dan raga Anda menemukan keseimbangannya.” Kata salah seorang penjaga.

Sarana lain yang terdapat di Caracalla adalah pusat terapi yang katanya bisa menyembuhkan pelbagai rasa sakit. Seperti kolam renang terapi special, shower, mud pack, inhalatorium, serta beberapa kanal air mancur dengan buih-buihnya yang menghangatkan. Kehangatan ini yang konon mampu meningkatkan kekebalan tubuh, kekuatan jantung, dan memperlancar sirkulasi darah.

Di samping sarana spa berkualitas, penggemar sauna juga bisa memanjakan diri. Caracalla memang menyediakan sektor sauna seluas 750 meter persegi. Berbeda dengan sauna kebanyakan, tempat sauna tak sepenuhnya tertutup dari dunia luar. Melalui kaca-kaca tembus pandang, kita bisa melihat suasana di luar ruangan. Suasana indoor maupun outdoor yang menawan membuat saya kerasan.

Caracalla, boleh dibilang hanya satu dari sejumlah spa yang ada di Baden-Baden. Selain itu ada pemandian terkenal lain seperti Friedrichsbad, yang dibangun pada 1869. Pemandian tradisional dengan arsitektur gaya Renaissance ini jamak dikenal dengan Roman-Irish bath, yang beken dengan terapinya yang unik. Sejumlah fasilitas rileksasi pun tersedia di sana.


BANJIR PELANCONG:
Sepanjang musim, Baden-Baden selalu didatangi para pelancong. Di samping dikenal sebagai kota spa, kota seluas 140,18 kilometer persegi ini lekat dengan gaya hidup gemerlap, budaya yang menawan, dan hiburan memikat.

Selain alam yang bersih dan udara yang sejuk, Baden-Baden dikenal dengan seni dan budaya karena kota ini kerap menyelenggarakan festival seni dan budaya. Lebih dari itu, kota ini memunyai theatre dan opera house terbesar keempat dunia. Bila ditelisik, nama Baden-Baden sendiri memiliki makna pandangan yang elegan, eksklusivitas, dan kepuasan.

Pelbagai aktivitas bisa Anda lakukan di sini. Mulai dari berbelanja di mall, butik, atau fashion shops, berpetualang dengan balon, hiking di bebukitan yang indah, main golf, berkuda, maupun mengunjungi pengrajin wine di pinggiran kota. Kota yang berada di lereng pegunungan Black Forest ini memang cocok untuk memproduksi wine.


Daya tarik alam, budaya, dan pengobatan bergumul menjadi kekuatan pendorong orang untuk melancong ke Baden-Baden. Lebih-lebih, kota yang disemuti oleh bangunan klasik ini dikelilingi tujuh bukit dan desa-desa kecil di pinggiran Sungai Oos. Diapit pula oleh dua negara berbeda. Sebelah barat berbatasan dengan Prancis, di selatan bersebelahan dengan Swiss.

Kawasan ini begitu strategis dan dengan mudah bisa dicapai dengan menggunakan pelbagai moda transportasi, baik ditempuh dengan pesawat terbang, kereta api, atau bis. Baden-Baden yang berada sekitar 100 mil dari Frankfurt dapat juga ditempuh hanya 20 menit dari Prancis atau sejam dari Strasbourg.

KASINO MEWAH: Jam menunjukkan pukul 20.35. Andy rekan seperjalanan mengajak saya mengunjungi kasino setempat. Salah satunya Casino Baden-Baden, Spielbank, kasino kebanggaan masyarakat lokal yang juga diklaim sebagai salah satu kasino terindah dan termegah di dunia. Memang betul, selain dikenal sebagai kota spa yang mendunia, Baden-Baden juga kesohor dengan kasinonya.

Kasino megah yang berada di Jalan Kaiserallee I ini beroperasi tiap hari, kecuali hari libur nasional. Digelar mulai dari pukul 14.00 hingga dini hari lewat, ajang mengundi peruntungan ini selalu dibanjiri pengunjung. Mereka datang dan pergi mengejar hasrat dan keinginannya berkelana. Pelbagai permainan disediakan pengelola, seperti roulette, black jack, American Roulette, baccara, hingga poker.

Tak sembarang orang diperbolehkan masuk ke tempat ini. Setiap pengunjung mesti mengantongi tiket yang telah tersedia di meja resepsionis. Macam-macam jenis tiket yang ditawarkan, mau yang harian atau sekali berkunjung, berlaku dua hari, seminggu, atau sebulan. Tinggal pilih. Tamu pun mesti berumur dewasa, serta bisa memperlihatkan kartu identitas yang masih berlaku, seperti KTP atau paspor sebelumnya.

Setelah menukar uang sekitar 3.00 Euro untuk selembar tiket, kami pun melangkah menjelajahi ruangan kasino. Betul juga kata orang tentang kemewahan kasino ini. Warna merah terang melumuri setiap jengkal dindingnya. Sementara lampu-lampu hias menggantung di atap dengan gemerlapnya.

Begitulah. Perpaduan hiburan, pesona alam, tempat rileksasi memukau, dan budaya yang memikat membuat Baden-Baden seperti surga dunia para petualang. Terus terang, Caracalla jualah yang membuat hati ini terjerat. Panorama yang ditawarkannya seakan melemparkan saya ke negara antah berantah. Entah…

Boks

Hotel-Hotel di Baden-Baden

Hotel zum Felsen

Geroldsauerstrasse 43 / 76534 Baden-Baden

Telp: +49 7221 71641 / Fax: +49 7221 70964

Hotel Stephanie

Stephanienstraße 4 · 76530 Baden-Baden
Telp: 0 72 21/3 30 39 oder 30 6-0
Fax: 0 72 21/3 83 08

Hotel Zum Goldenen Löwen

Gernsbacher Straße 9 · 76530 Baden-Baden
Telp: 0 72 21/30 6-0
Fax: 0 72 21/3 83 08

Hotel Laterne

Gernsbacher Straße 10-12 · 76530 Baden-Baden
Telp: 0 72 21/2 99 99 oder 30 6-0
Fax: 0 72 21/3 83 08

Hotel Löhr

Lichtentaler Straße 19 · 76530 Baden-Baden
Telp: 0 72 21/2 62 04 oder 30 6-0
Fax: 0 72 21/3 83 08

Hotel Bischoff

Römerplatz 2 · 76530 Baden-Baden
Telp: 0 72 21/2 23 78 oder 30 6-0
Fax: 0 72 21/3 83 08

Gästehaus Löhr

Stahlbadstraße 1 · 76530 Baden-Baden
Telp: 0 72 21/3 13 70 oder 30 6-0
Fax: 0 72 21/3 83 08

Pension Löhr

Adlerstraße 2 · 76530 Baden-Baden
Telp: 0 72 21/2 62 04 oder 30 6-0
Fax: 0 72 21/3 83 08

Shanghai, China, Surga Para Penggila Belanja

Sebuah kota industri yang kental citarasa seni dan budaya. Ia juga dikenal memiliki kawasan belanja sekaligus tempat wisata mempesona. Dalam bilangan tahun, kota ini melesat jadi sentra ekonomi yang diperhitungkan dunia. Jangan lewatkan pula sapaan genit wanita malam di sana.

Gelap mulai menelungkupi langit Shanghai. Hawa dingin kian menusuk-nusuk kulit. Bila sudah demikian, hangatnya berendam di bath up menjadi pilihan yang mengasyikkan. Tak cuma menghalau godaan musim dingin, rasa lelah di badan setelah tujuh jam terombang-ambing di udara bisa sirna perlahan-lahan.

Sejam lalu, setelah burung besi yang saya tumpangi mendarat di Bandara HongQiao, saya langsung meminta sopir untuk melecut kendaraannya ke Regal Shanghai East Asia Hotel. Hotel bintang lima ini tergolong memiliki arsitektur yang unik, persis stadion. Bundar dan berkilauan di malam hari. Pelayanannya berkelas internasional pula.

Belum juga tenaga pulih, saya dikejutkan oleh dering telepon. “Siap-siap. Kita segera berangkat,” kata Indira, rekan sepetualangan, di seberang. Menjelang keberangkatan ke salah satu kota penting China ini, kami memang berencana menggerayangi Shanghai, kota industri berpenduduk 20 juta jiwa itu.

Kendati menjadi sentra ekonomi yang cukup diperhitungkan, bukan berarti Shanghai enggan mendandani diri. Sebagai kota megapolitan, ia telah melengkapi dirinya dengan pelbagai tempat rekreasi, pusat belanja, hingga museum seni dan budaya. Termasuk tempat-tempat hiburan malam yang bertaburan di sana.

Untuk menikmati kemegahan kota ini, saya memulai petualangan ini dari The Bund. Kawasan bersejarah ini menjadi salah satu tujuan utama para wisatawan, baik asing maupun domestik. Terbentang di sepanjang Sungai Huang Pu, The Bund menyuguhkan pemandangan yang begitu menakjubkan.

Di sepanjang Jalan Zhongshan ini berjejer bangunan bersejarah dengan ornamen kuno khas Eropa. Beberapa perusahaan keuangan, investasi, perbankan, hotel, hingga pusat perdagangan berderet dengan anggunnya. “Wall Street ala China,” begitu julukan yang kerap disandangkan pada kawasan ini.

Saat gelap luruh, bangunan-bangunan yang menjadi pusat perkantoran tersebut tampak gemerlap ditaburi aneka lampu warna-warni. Pemerintah Shanghai amat pandai memanfaatkan The Bund sebagai tujuan wisata. Di tepi kawasan itu dibangun taman Huang Pu dan Chen Yi Square, taman luas yang menjadi tempat mengasyikkan untuk melepas lelah.

Gemerlapnya pemandangan The Bund terasa lebih menawan saat kita bisa meluangkan waktu untuk berlayar dengan yacht atau kapal mengarungi Sungai Huang Pu di malam hari. Tak cuma dapat meresapi simbol-simbol metropolitan, kita pun bisa menikmati pameran arsitektur yang memadukan harmoni kemegahan dua benua.

Di sinilah suasana malam Shanghai sesungguhnya dapat dirasakan. Sejak kekalahan China dalam Perang Candu pada rentang 1839-1832, penduduk sekitar menjadikan The Bund sebagai monumen kebangkitan dan kejayaan Shanghai. Ya, bila malam tiba, kota ini bak perawan menggairahkan.

Begitu menariknya, The Bund seringkali memberi inspirasi bagi banyak sutradara untuk melahirkan film yang bercerita tentang latar belakang, sejarah, dan aktivitas mafia yang pernah ada di sana. Salah satu film terkenal yang pernah dibuat di sini adalah film dengan judul yang sama dengan kawasan ini.

Sambil melihat kapal layar bertahtakan lampu hias hilir mudik di sepanjang sungai, saya pun bisa menikmati kemegahan kawasan Pudong di seberang. Kota yang dijejaki gedung pencakar langit itu menampilkan desain arsitektur yang kontras, dengan dominasi kesempurnaan arsitektur modern ala Amerika.

Kawasan sebelah timur Shanghai tersebut kini menjadi kawasan dengan pertumbuhan paling fantastis di dunia. Sejak pemimpin sekaligus inspirator China modern, Deng Xiaoping, datang ke kota ini awal dekade 1990, Deng menyatakan, Shanghai sudah boleh berkembang dengan kecepatan tinggi.

Sejak itu, kota ini, terutama di kawasan Pudong, melesat bagai anak panah yang meluncur dari busurnya. Hasilnya, antara lain, Pudong menjadi satu di antara sentra bisnis terpenting di dunia. Pusat belanja, seni dan budaya, dengan gedung-gedung dan menara tertinggi hadir di sana, semua dengan standar dunia.

Kawasan yang tak kalah menggiurkan adalah Nanjing Road. Dari The Bund, kawasan ini dapat ditempuh melalui sebuah terowongan yang berfungsi sebagai jalan pintas. Di sana, bertebaran kafe, resto, pub, hingga tempat-tempat belanja.

Udara malam makin tak bersahabat. Jaket kulit hitam yang saya pakai tampaknya tak tahan dengan gempuran hawa dingin. Ditemani tiga rekan dari Indonesia, saya memutuskan untuk memesan sepoci teh China dan makanan ringan di salah satu restoran megah di kawasan pedestrian beken ini.

Seperminuman teh, acara pesiar saya terus berlanjut. Kami menyusuri Nanjing Road. Jalan sepanjang kira-kira dua kilo meter itu bak surga bagi para pejalan kaki. Tak perlu khawatir bakal ditabrak atau mencium asap knalpot. Kawasan ini memang bebas dari angkutan atau kendaraan bermotor lainnya. Jika pun ada, itu pun hanya trem kecil yang dipakai untuk mengangkut orang tua atau wisatawan yang berkeliling di daerah itu dengan tarif satu Yuan (kurang lebih Rp1.000).

Di ruas selebar kira-kira 40 meter itu berjejer pusat-pusat belanja. Dari produk busana, suvenir, perhiasan, buku, obat-obatan, barang antik, hingga benda-benda elektronik. Semuanya dengan harga obral. Tak aneh bila kota pelabuhan utama di China ini dikenal pula sebagai surga buat para gila belanja.

Sayang, hasrat cuci mata di mall mesti dipendam dulu, malam itu. Pasalnya, jam telah menunjukkan pukul 23.30. Sementara, pusat belanja sudah tutup sejak pukul 21.00. Berbeda dengan akhir pekan, mereka bisa menggelar dagangan hingga pukul 22.00. Begitulah aturannya.

Keesokan hari adalah waktu yang tak boleh disia-siakan. Setelah sarapan di hotel, saya, Indira, Teguh, dan Rihad kembali menjelajahi penjuru kota. Shanghai di siang hari ibarat daratan yang dibanjiri gedung-gedung bertingkat. Di sana-sini tampak bangunan yang menjulang ke angkasa.

Kendati memiliki kepadatan penduduk, Shanghai rajin mendandani diri. Di antara belantara gedung, pemerintah setempat masih menyisakan space buat ruang publik tempat warganya bisa menghibur diri. Di tengah hingar-bingarnya lalu lintas, pengambil kebijakan masih menyediakan jalur khusus buat pejalan kaki maupun pengguna sepeda pancal.

Dari pelosok hingga pusat kota, pemandangan seperti ini menjadi menu yang mengesankan. Pejalan kaki, penggendara sepeda, maupun pengguna mobil mewah diperlakukan sama mulianya. Mereka bisa berjalan akur tanpa perasaan risih dan rendah diri. Tanpa polusi.

Sebagian besar penduduknya cenderung mengikuti tren maupun mode busana terbaru. Hal ini tampak dari pakaian mereka yang modis-modis. Banyak ditemui para pejalan kaki dengan dandanan yang fashionable. Agaknya, mengikuti tren mode telah menjadi kebutuhan para penduduknya.

Sore merambat pelan. Kami memutuskan untuk kembali menjelajahi Nanjing Road. Hari itu, kawasan pedestrian ini benar-benar menjadi lautan manusia. Tak pelak, saya harus rela bersesak-sesak ria, bersenggolan, dan merasakan aroma manusia yang beraneka ragam itu. Tidak apa-apa, yang penting bisa keluar masuk toko sambil memburu kebutuhan.

Daerah ini menjadi trendsetter dan daerah belanja elite Shanghai. Kawasan ini dapat disejajarkan dengan Fifth Avenue dan Times Square di New York, Oxford Circus di London, Champ Elyses di Paris, atau Postdamer Platz di Berlin. Keluarga bangsawan, pejabat tinggi, kalangan pebisnis papan atas, dan wisatawan kaya belanja, acapkali nongkrong atau berkantor di sini.

Saat lelah mulai menghantui, kami bisa menjuntaikan kaki sambil makan camilan di taman penuh bunga di sepanjang jalan. Tak cuma itu. Sembari melepas penat, kami pun bisa melihat-lihat majalah bergambar seronok yang terpajang kios maupun toko di lajur tengah sepanjang Nanjing Road.

Namun, setidaknya Anda harus menyediakan uang receh bila bertandang ke sini. Pasalnya, sejumlah pengemis dan peminta-minta menjadi teman seperjalanan yang menjemukan. Tanpa canggung, mereka menengadahkan tangannya pada setiap orang yang lalu lalang.

Begitu pula yang saya alami. Saat menebarkan pandangan ke sisi kiri dan kanan jalan, seorang wanita yang sedang menggendong anaknya mencegat langkah saya. “Money, money,” katanya dengan bahasa Inggris terbata-bata. Ketika saya merogoh kocek, dengan cekatan si wanita meraih tangan anaknya untuk ditengadahkan. Begitu kepingan Yuan saya berpindah tangan, mulut si bocah dengan fasihnya bilang, “Papa, papa.”

Di pusat belanja ini, bahasa bukanlah halangan berarti. Sekali pun tak bisa berbahasa China, bukan berarti kita tak bisa memuaskan hasrat berbelanja. Dengan kata lain, meski bahasa yang digunakan pembeli dan penjual tidak nyambung, transaksi terus saja berlangsung.

Rihad, teman seperjalanan yang berasal dari Tegal, Jawa Tengah, dengan tenang meladeni tawaran penjual dengan bahasa Jawanya yang kental. Sementara, para penjual menggunakan bahasa China dengan kalkulator di tangan. Dengan saling memencet sejumlah angka, tawar-menawar pun lancar. Murah-murah lagi.

Hanya saja, kegigihan dalam mencari barang sesuai keinginan tetap diperlukan. Selain jeli membedakan antara barang asli atau tiruan, pembeli harus mampu menawar semurah mungkin, kendati harga yang dipatok tinggi-tinggi. Bila pandai menawar, barang mewah pun bisa didapat dengan ketengan Yuan. Seorang teman mendapat celana golf seharga 30 Yuan. Saya pun bisa menenteng jas bermerek dengan 90 Yuan.

Meski dikenal sebagai surga belanja, bukan berarti kota ini tak menyuguhkan sensasi yang lain. Klub, bar, dan diskotek bertaburan bak cendawan di musim hujan. Plus, godaan genit wanita-wanita malamnya. Untuk yang satu ini, Shanghai rupanya tak mau ketinggalan dari sektor-sektor lainnya.

Shanghai memang terus berlari. Tatkala pesawat take off dari Bandara Pudhong, esok harinya, Shanghai masing dibekap sang malam. Bukan berarti, ia sedang terlelap tidur. Dari pesawat, lampu yang menyaput di seluruh permukaan kota masih tampak berkilauan, garang menantang fajar. Megapolis yang kian gemerlap itu telah membuat hati saya terjerat.

Montreux, Swiss, Kota Peristirahatan Kaum Intelektual

Kota kecil yang dikenal memiliki panorama alam yang menakjubkan. Dalam perkembangan, Montreux tumbuh menjadi kawasan wisata yang menghibur sekaligus menjadi tempat berlibur. Mau berpetualang di tempat hiburan malam atau kasino setempat? Semua telah tersedia.

Hamparan pegunungan bersalju menjadi pemandangan tak terelakkan begitu kendaraan yang kami tumpangi memasuki Grand Saint Bernard. Di kanan kiri highway tampak deretan bukit dan gunung bersalju yang sedap dipandang. Di sayap kiri tampak terlihat deretan puncak salju Dent d’Oche, Dents-de Morches, Mont Cervin, Dents du Midi, dan Mont Rose yang menawan.

Daerah pegunungan ini dikenal sebagai kawasan pengunungan Alpen. Mata saya tak jemu melihat deretan pegunungan salju yang mengitari pesisir danau. sebuah pemandangan yang memadukan panorama alam yang penuh kesan. Montreux memang memiliki kawasan pegunungan bersalju yang indah dan menakjubkan.

Dari Saint Bernard atau Geneva, Montreux dapat ditempuh dengan waktu sekitar satu jam melalui perjalanan darat. Setelah melalui jalanan yang menganak sungai melewati pengunungan, pandangan mata saya tebarkan ke segenap penjuru mata angin. Tampak hamparan Danau Lac Leman di kaki gunung Tochers-de Naye. gunung ini bersejajar dengan Gungung Modeson dan Gunung Jungfrau.

Lac Leman merupakan danau yang luas. danau ini berbentuk setengah lingkaran, tepatnya melengkung seperti bulan sabit yang terhampar hingga Kota Geneva, di bagian ujung selatan danau. airnya biru dan menenangkan. tak ada sedikitpun kotoran yang mengambang di permukaannya. tak heran jika danau ini menjadi tujuan utama para pelancong. Lac Leman memang menjadi tempat wisata andalan, selain Montreux.

Saya ingin bercerita soal Montreux. Sejak lama kota ini dikenal sebagai kawasan peristirahatan kalangan intelektual, birokrat, serta diplomat Eropa. Mereka kerap menyembangi kawasan ini selepas mengikuti sidang-sidang penting dunia di Geneva. Montreux memang lebih banyak disambangi kaum high society.

Sejak abad ke-18, Montreux telah memikat dunia. Panoramanya indah. suasananya temang dan sejuk. masyarakatnya ramah dan terpelajar. Lebih-lebih, ketika ia kerap menyuguhkan pentas seni dunia bertajuk Montreux Jazz Festival, kota kecil di Swiss ini menjadi incaran para pelancong domestik maupun mancanegara.

Menurut riwayat, testival ini dilaksanakan pertama kali pada 1967. Ketika itu, musisi-musisi jazz handal seperti Charles Lloyd Quartet bersama Keith Jarrett, Cecil McBee, dan Jack DeJohnette, menjadi peserta pertama yang berpartisipasi dalam festival yang dilaksanakan selama 3 hari itu. Sampai sekarang pun, grup musik terkenal dunia sering manggung di sana. Grup band yang dikelola musisi Dwiki Dharmawan, Krakatau, juga pernah mentas di ajang ini.

Riuh rendahnya para pelancong mencapai puncaknya ketika Festival Jazz ini digelar. di samping tempatnya yang di tepi danau Lac Leman, sajian musik jazz dari berbagai penjuru dunia menjadi tontonan yang tak terlewatkan. Nah, bagi yang doyan makan, ajang festival ini membuat mereka berpesta. Stand atau kios makanan dari penjuru dunia juga menyemarakkan acara ini.

Hotel-hotel berbintang bertaburan di sana. demikian pula dengan hiburan malamnya yang menggairahkan. paduan tempat wisata menawan, penginapan berkelas, dan hiburan ini membuat Montreux sebagai kawasan one stop adventures yang menggiurkan. Tak usah kaget bila biaya perjalanan ke sana begitu menguras kocek.

Konon pula, kawasan ini digemari orang-orang berduit Eropa. mereka bahkan umumnya memiliki vila pribadi yang mewah. Salley, namanya. Pada musim-musim tertentu, vila-vila tersebut disewakan pada para turis. salah satu vila yang terkenal adalah Leadiong. Bangunan vila ini sekarang menjadi sekolah perhotelan kenamaan di Montreux.

Sebetulnya, perjalanan ke Montreux dapat juga ditempuh dengan menggunakan kereta api dari Zweisimmen. Kereta wisata yang melayani rute ini menyediakan tempat duduk yang unik. Penumpang yang kebagian tempat duduk di paling depan dapat menikmati pemandangan alam yang tak terhalang.

Tak ada masinis yang terlihat. Tapi, kereta ini bukan kereta hantu seperti yang terdengar dalam dongeng, karena ia masih menggunakan pengemudi yang ada di belakang kursi yang tempat duduknya lebih tinggi daripada kursi penumpang. hingga, walaupun penumpang berdiri di depannya, pandangan masinis tetap tak terhalang.

Hari sudah di ambang petang tatkala saya tiba di Montreux. saya dan rombongan pun langsung menuju Raffles Le Montreux Palace. sejak merencanakan pelesir ke kota ini, kami memang sepakat untuk menginap di hotel ketimbang villa. “Biar lebih praktis aja,” kata Robert, rekan sepetualangan.

Memang betul. Selain praktis, Montreux Palace menyajikan atmosfer penginapan bertaraf internasional. lebih dari itu, hotel bintang lima ini begitu strategis dan dekat dari kawasan wisata. bayangkan, dari kamar hotel, kita bisa melihat Danau Lac Leman yang biru dengan segala aktivitasnya. nun jauh di sana, tampak La Suisse, kapal pengangkut turis yang tengah melayani wisata danau dari Montreux ke Geneva.

Beberapa depa dari hotel, tepatnya di pinggir danau terdapat anjungan terbuka. Biasanya anjungan ini digunakan sebagai tempat pertunjukan malam. Tak jauh dari tempat ini terdapat patung musisi beken dunia, Freddy Mercury yang berdiri kokoh.

Setelah mengemas barang di room, saatnya melepas penat barang beberapa saat sebelum melanjutkan petualangan. Robert mengajak saya untuk menikmati fasilitas kolam renang yang tersedia. Selain kolam renang, memang terdapat sejumlah fasilitas untuk memanjakan diri, seperti Amrita Wellness Spa, fitness center, hingga bar eksklusif.

Berlibur sambil menghibur. dua sajian yang ditawarkan Montreux. kendati demikian, berlibur di kota kecil ini juga bisa digunakan untuk beristriharat total. namun, pemandangan indah, udara yang sejuk, masyarakat yang bersahabat membuat orang merasa rugi jika hanya memanfaatkan kota ini semata untuk rehat.

Di samping menikmati pemandangan alam, kita juga bisa merasakan kekhasan rasa kudapan dalam jamuan makan siang atau malam. Terdapat beberapa kafe, bar, atau restoran yang menghidangkan berbagai ragam menu makanan atau minuman yang khas. Tak ketinggalan tempat-tempat hiburan yang menyuguhkan musik hidup beraliran jazz, yang bisa dijadilan pilihan rendezvous.

Ingin menikmati hiburan yang lain? Montreux memiliki beberapa kasino. Salah satunya adalah Cassino Barriere, tempat mengadu nasib di meja judi yang beroperasi selama 24 jam penuh. terdapat sekitar 310 mesin dan 20 meja permainan yang siap melayani Anda.

Selain itu, kasino ini menawarkan pengalaman dan nuansa yang berbeda. terdapat bar, resto, hingga pusat perbelanjaan di sana. desain interiornya eksklusif dan didominasi warna-warna cerah. panorama di musim panas di Danau Lac Leman menjadi salah satu daya pikat kasino ini.

Anda ingin menikmati hiburan malam yang aman bersama keluarga? jangan khawatir, Montreux juga menyediakan kawasan untuk hiburan keluarga. Musee de Montreux, namanya. di tempat ini terdapat rumah-rumah pembuat anggur yang dibangun pada abad ke-17 silam.

Melengkapi wisata sejarah Anda, Museum Montreux bisa menjadi alternatif pilihan. pusat sejarah yang gedungnya menyerupai rumah ini menyuguhkan padanan bangunan klasik dan monumen sejarah. di dalamnya terdapat koleksi peninggalan sejarah setempat yang sarat dengan ilmu pengetahuan sejarah. Dalam perkembangan, bangunan ini dikenal dengan monumen sosial.

Kian hari, Montreux makin menebar pesonanya. Danau Lac Leman yang teduh, pegunungan Alpen yang bersaputkan salju, maupun masyarakatnya yang bersahabat membuat kota ini begitu melekat di hati. berlibur sambil menikmati hiburan di sana bisa membuat semua orang lupa kampung halaman.

Boks

Hotel-Hotel Montreux

Grand Hôtel Excelsior

Rue de Bon Port 21 - 1820 Montreux, Swiss

Raffles Le Montreux Palace

Grand-Rue 100 - CH 1820 Montreux, Swiss

Hotel Institute Montreux

Av. des Alpes 15 1820 Montreux, Swiss

Villa Toscane Swiss Quality Hotel
Rue du Lac 2-8 CH-1820 Montreux, Swiss

Helvetie Hotel Montreux
Avenue Du Casino 32 CH-1820, Montreux, Swiss

Trekking di Utara Thailand

Sawasdee Khrap!" Sapaan khas warga Thailand ini terdengar kala mereka bertemu dengan tamunya. Dibarengi dengan senyum yang ramah, mereka menyambut tetamu begitu hangatnya. Keramahan warga sekitar selalu menjadi pemandangan yang lazim dijumpai begitu kita menginjakkan kaki di Negeri Gajah tersebut.


Negara seluas 510 ribu kilometer persegi ini memang dikenal sebagai kawasan yang kaya dengan sumber daya alam, kebudayaan yang unik, dan keramahannya yang melekat. Kejelian dalam mengelola sumber daya alam yang dimiliki membuat Thailand kini kesohor dengan pelbagai kawasan wisata potensial. Ada pula yang mengistilahkannya kekuatan pariwisata Thailand dengan sebutan 3 S (sea, sun, dan sand).


Di samping sarat dengan wisata pantai, Negara yang memiliki 76 provinsi ini juga kaya dengan perbukitan maupun pegunungan menawan. Pegunungan maupun perbukitan ini sebagian besar berada di daerah Thailand bagian utara, dengan banyaknya suku-suku gunung ( hill people) yang bermukim di sana.


Pegunungan Utara Thailand , khususnya Chiang Mai, begitu populer di kalangan pelancong domestik maupun mancanegara. Mengunjungi desa suku gunung, begitu alasan utama mereka, selain berwisata sekaligus berpetualang. Tinggal pilih, trekking, menguak rimba nan eksotis sambil menunggangi gajah, menjelajahi ngarai, atau bersafari di kawasan wisata alam lainnya.


Memang, kota terbesar di bagian Utara Thailand ini menawarkan pemandangan alam terbaik di Negara ini. Lembah Sungai Ping yang makmur, sungai yang berkelok-kelok, hamparan sawah nan hijau seluas mata memandang, serta bebukitan memesona menjadikan daerah ini cocok untuk melakukan trekking. Apalagi, salah satu bukit tertinggi di Thailand, Doi Inthanon, juga terdapat di sana.


Kawasan Chiang Dao yang berada di sebelah utara kota Chiang Mai, juga dikenal dengan pegunungan indah dan alami, sejumlah taman nasional, pangkalan gajah, dan sejumlah suku Hmong. Dalam rangka menunjang aktivitas trekking, tersedia sejumlah agen perjalanan yang menawarkan sejumlah paket tur maupun trekking.


Beberapa tempat bahkan ada pangkalan gajah sebagai salah satu alat transportasi komersial, termasuk kota ini. Tak usah takut untuk mencoba menunggangi gajah barang sekali dua. "Don't worry, elephant is vegetarian! " begitu lazimnya sang pawang menghibur kita. Bagi yang tak sanggup mendaki, gajah-gajah ini bakal mengantarkan kemana Anda berkelana. Trekking ke dalam hutan, menyeberangi sungai, atau naik gunung tetap dilayani.


Sebagian besar pengunjung memilih untuk ikut mengikuti kegiatan trekking yang diselenggarakan agensi profesional. Dengan dua pemandu dan peserta antara empat sampai delapan orang dalam satu grup, mereka biasanya memilih paket trekking tiga hari atau lima hari.


Dengan mengendarai jeep atau mobil pick-up, para trekker mendatangi lokasi. Begitu jalanan tak lagi bisa dilalui dengan mobil, petualangan lantas dimulai. Di bawah terik matahari mereka menaiki bukit dan menuruni lereng selama tiga atau empat jam sehari. Selama trekking, para trekker dapat melihat suku gunung, mengendarai gajah, atau berarung jeram dengan menggunakan rakit.


Pusat kegiatan trekking sebagian besar berada di Provinsi Chiang Mai, Provinsi Chiang Rai, dan Provinsi Mae Hong Son. Namun, sejumlah kawasan lainnya, seperti Provinsi Nan dan Provinsi Phitsanulok menyimpan selaksa panorama dan kecantikan alam yang tak kalah menakjubkan.


Bersama keluarga dan orang terkasih, Anda bisa mengunjungi sejumlah Taman Nasional setempat. Aktivitas seperti rafting, trekking, kayaking, canoeing, atau mengendarai gajah dapat menjadi pilihan kegiatan tur Anda. Anda juga dapat menelusuri hutan bebukitan, melintasi Sungai Kwai hingga Kota Sukhothai, atau menikmati pemandangan Taman Nasional Mae Charim. Tak ketinggalan, situs kerajaan, candi, maupun museum menjadi pemandangan lain yang kaya akan nilai-nilai sejarah.


Di samping mengandung hikayat tak berkesudahan, Phitsanulok menyimpan kisah dan cerita panjang tentang keberadaan Thailand sendiri. Kendati sempat tenggelam di bawah kecamuk konflik berkepanjangan dalam kurun 1970-1980, kini kota kelahiran Raja Naresuan ini menjelma menjadi tempat wisata yang menarik untuk didatangi.

Sebagaimana kawasan lain, pesisir utara Thailand juga dikenal dengan aneka makanan hygienes dan bercitarasa tinggi. Sejumlah resto yang mengolah menu-menu terbaik dari Eropa maupun keotentikan citarasa makanan lokal bertebaran di sana. Harmoni kekuatan alam yang menakjubkan, masyarakat setempat yang ramah, dan kehidupan flora dan faunanya yang bersahabat membuat Thailand tak pernah jemu untuk dikunjungi.


"Sawasdee Khrap!"

Rabu, Juli 09, 2008

Underwater Attractions in Maldives


Anda ingin menjamu orang terkasih dengan acara makan yang tak terlupakan? Ithaa Restaurant, yang berada di Hilton Maldives Resort & Spa di Pulau Rangali, dapat menjadi pilihan. Bukan sembarang restoran, tapi sebuah tempat makan yang menawarkan pengalaman bersantap yang unik dan menarik. Anda dapat menikmati menu-menu Maldivian-western yang spesial sambil menikmati pemandangan indah bawah laut yang mengesankan.

Resto pertama di dunia yang dirancang all-glass undersea ini berada di kedalaman lima meter di bawah lautan, dan meyajikan panorama bawah laut yang memukau. Anda pun terasa ditemani oleh ikan hiu dan biota laut lainnya yang berwarna-warni. Dengan berdindingkan kaca di seluruh bagian restoran memungkinkan Anda untuk melihat pemandangan dengan sudut pandang 360 derajat.

Keindahan warna, kejernihan air, serta kecantikan batu coralnya pasti akan menambah kekaguman Anda. Dengan tempat duduk yang terbatas, 14 kursi, Anda terasa seperti tamu spesial. Sambil menyantap hidangan, Anda dapat menikmati pemandangan ini tanpa perlu basah-basahan.

Kedalaman laut Maldives tak hanya dapat Anda nikmati dari restoran ini. Berkunjunglah ke Pulau Huvafen Fushi untuk menikmati kemewahan spa bawah laut Maldives. Pulau tropis ini menyuguhkan aneka perawatan yang dapat dinikmati 9 meter di bawah permukaan laut. Salah satunya adalah Underwater Spa. Dikenal pula dengan sebutan Sea Spa, treatment ini menjadi gaya baru dalam relaksasi maupun perawatan tubuh.

Spa bawah laut yang paling diminati pengunjung adalah Aquum Spa. Di tempat ini Anda juga dapat bersantai, berolahraga, serta menikmati fasilitas relaksasi dengan dilayani para therapist profesional. Anda pun dapat menikmati kehidupan 9 meter di bawah laut serta panorama Samudra India yang mempesona. Di atas permukaan air, Anda dapat berlatih yoga dengan cahaya matahari sebagai latarnya. Jika tidak, snorkeling sambil mengelilingi pulau dapat Anda jadikan aktivitas pilihan lainnya.