Jumat, Agustus 22, 2008

Adita Irawati, Profesionalitas yang Mengalir

Tanggung jawab menggunung mesti ia pikul semenjak dipromosikan menjadi Vice President Public Relations PT Indosat, sejak setahun lalu. “Saya mesti meng-cover kehumasan Indosat di seluruh Indonesia,” kata Adita Irawati. Tentu tak semata membangun citra korporat, tapi juga produk dan layanannya.

Sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di tanah air, urusan citra memang tidak sepele bagi Adita, panggilan perempuan kelahiran Yogyakarta, 15 Februari 1971 ini. Ia sadar, sebagai perusahaan retail yang bersinggungan dengan kebutuhan publik, pelayanan merupakan hal yang diagung-agungkan.

Tugas Adita berfokus pada isu yang mendapat perhatian khusus dari media massa. Semuanya, menjaga citra lembaga dari segala aspek. Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, ini, merinci, tugasnya melingkupi citra dari sisi produk, pelayanan, infrastruktur, karyawan, hingga performa perusahaan itu sendiri.

Termasuk menyampaikan bad news dengan good news? “Masyarakat sekarang lebih pintar. Kita harus bisa lebih jujur pada publik, selama hal itu tidak merugikan perusahaan,” kilah perempuan yang telah berkarier selama 12 tahun ini. Kalau memang layanan kita buruk, lanjutnya, kita mesti berbesar hati menerima dan meminta maaf. “Tentu, dengan memberikan penjelasan langkah-langkah yang mesti dilakukan perusahaan agar terus membaik.”

Sikap profesionalitas juga menjadi prinsip yang ia pegang teguh. Sebagai divisi yang berhubungan dengan respon konsumen, Adita memiliki aksesibilitas yang tinggi. Piranti telekomunikasi, seperti ponsel, mesti ia hidupkan selama 24 jam. Bahkan di hari libur sekalipun, penggemar nyanyi, baca, dan musik ini, mesti rela diganggu urusan kantor. “Ini memang komitmen saya,” tuturnya, mantap.

Bila nilai-nilai profesionalisme tersebut ia jalankan, Adita yakin, karier atau jabatan akan datang dengan sendirinya. “Saya tak punya target mesti jadi apa selanjutnya. Mengalir saja. Yang penting, kalau sudah diberi target, kejarlah target itu. Kalau perlu overtarget,” tandas sang ibu dua anak, dengan wajah serius.

Profesional dan proporsional, begitu istilah tepatnya. Kalau terlalu berambisi mengejar target yang muluk-muluk, Adita menambahkan, pasti ada salah satu yang jadi korban. “Yang penting berjalan secara proporsional, termasuk dalam berbagi waktu antara kerja dan keluarga,” imbuhnya.

Kini, ia berencana mengembangkan jiwa entrepreneurship-nya dengan membuka biro konsultan, atau agensi kehumasan. Faktanya, sesibuk apapun tugas menjerat, ia tetap mampu membagi waktu bersama keluarga.

Tidak ada komentar: