Jumat, Agustus 22, 2008

Tina Prabowo, Totalitas yang Gemilang

Saban kali merintis karier di sebuah perusahaan, setiap kali itu pula Tina Prabowo berpikir bahwa perusahaan itu adalah pelabuhan terakhirnya. Demikian juga kala ditawari berkarier sebagai Marketing & Coorporate Communication Director PT Amway Indonesia, pada 2003 lalu, ia pun tak merasa perlu lagi lirak-lirik rumput tetangga atau mencari pekerjaan yang lebih prestisius.

Dalam rumusan berkarier, pantang bagi perempuan kelahiran Jakarta, 1 Agustus 1963 ini, untuk berpindah-pindah kerja. “Kutu loncat juga enggak baik. Nanti dikira saya tidak konsisten dan tidak profesional,” kilah mantan General Manager Sales and Business Development PT Ericsson Indonesia, ini, lugas. Kini saatnya bekerja dengan totalitas yang tinggi, begitu tekadnya.

Kendati demikian, rasa gamang sempat menghantui Tina, sapaan akrabnya, ketika baru bergabung dengan salah satu perusahaan multilevel marketing (MLM) terbesar di Indonesia itu. Bukan apa-apa, inilah kali pertama baginya bekerja di perusahaan MLM. Berbeda dengan sebelumnya yang sebagian besar perusahaan multinasional yang berhubungan dengan conventional channel.

Kewenangan, keleluasaan bergerak, dan tim marketing yang solidlah, yang membuyarkan keraguannya itu. Dibebani tanggung jawab merancang business plan selama tiga tahun pada trisemester pertama, ia lewati dengan gemilang. Begitu pula saat ditugaskan membenahi struktur organisasi dalam kurun enam bulan.

Tahun pertama memaksa Tina bekerja ekstra. Karena target perusahaan, jam kerjanya pun melar, dari pukul 08.00 hingga 22.00. “Hampir tidak ada hari liburnya. Terkunci, tak bisa kemana-mana,” aku pemegang gelar MBA dari IPMI – Business School & Monash University, ini.

Toh, masa-masa sulit dan penuh tantangan itu dilaluinya dengan sukses. Terobosan baru untuk memajukan Amway Indonesia ia urai dengan lihainya. Alhasil, Amway Indonesia mampu menduduki urutan ke-10 dunia, dan berada di peringkat pertama di Indonesia.

Sejak awal, bekas National Costumer Development PT Pepsi Cola Indobeverages, ini, berprinsip tak mau mengecewakan atasannya. “Kalau sudah begini, ‘harga’ saya bisa lebih tinggi lagi kalau dibajak orang,” katanya sambil tergelak.

Kini, Tina yang memendam obsesi memiliki perusahaan sendiri, mengaku lebih enjoy dalam bekerja. “Saya bisa olahraga, senang-senang, masuk gym, golf, liburan bareng keluarga, dan shopping around sekarang,” ujarnya dengan senyum merekah. Rona optimisme bertaburan di pelataran wajahnya.

Tidak ada komentar: